Home Pendidikan Jalur Rempah Punya Jejak dan Peran Dalam Perkembangan Melayu

Jalur Rempah Punya Jejak dan Peran Dalam Perkembangan Melayu

Jakarta, Gatra.com - Jalur rempah punya peran penting dalam membentuk sejarah Indonesia saat ini. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, memandang penelusuran sejarah melalui jalur rempah pun penting untuk dilakukan.

Salah satu yang menarik untuk ditelaah adalah bagaimana perkembangan sejarah Melayu dalam jalur perdagangan rempah dunia. Menurut Hilmar, jejak tersebut akan sangat penting menjadi pokok diskusi guna melihat hubungan erat perdagangan rempah dengan perkembangan budaya melayu.

Baca Juga: Bahasa Melayu Punya Pengaruh Dalam Perdagangan Rempah Dunia

“Hubungan itu cukup erat sesungguhnya, tercermin bukan hanya dari catatan sejarah, tetapi kita juga bisa memeriksanya dari perspektif linguistik, tinggalan arkeologisnya, kita bisa melihat dari ekspresi budaya yang kemudian bermunculan di seluruh Nusantara ini,” ujar Hilmar dalam keterangannya di Seminar Internasional Melayu dalam Jaringan Perdagangan Rempah Dunia, Selasa (20/9).

Penelaahhan tentang Jalur Rempah pun penting jika bicara bagaimana peluangnya bagi masa depan. Karena dalam jalur rempah, yang bisa dilihat bukan hanya seputar perdagangan rempah saja, tetapi ada pertukaran pengetahuan di sana, ada pula interaksi kultural yang terjadi sehingga membentuk satu jaringan yang sangat kuat masa itu.

“Kemampuan seperti ini tentu menjadi modal bagi kita hari ini melihat bagaimana di masa lalu orang sudah mampu untuk membanun hubungan yang erat satu sama lain. Sekarang dengan kemudahan teknologi, transportasi, komunikasi, Harusnya justru semakin kuat,” jelas Hilmar.  

Baca JugaMeriahnya Merti Desa Loano, Desa Cantik Tetangga Borobudur

Sementara itu, Sejarawan Universitas Andalas Muhammad Nur, berpandangan faktor-faktor penyebab negeri Melayu menjadi pusat pelayaran dan perdagangan rempah adalah karena di sekitar pantai timur dan pantai barat Sumatra tumbuh berbagai tanaman rempah yang dibutuhkan oleh orang Eropa, Mediterania, Persia, Mesir, dan sebagainya.

“Perdagangan rempah di dunia Melayu, sekaligus menyebabkan terjadinya komunikasi budaya antara Nusantara dan India, Cina, dan bangsa lainnya di bagian barat,” ujarnya.