Home Ekonomi Kementan Harap Bank Dunia Bantu Sistem Pertanian dan Pangan Nasional yang Tangguh

Kementan Harap Bank Dunia Bantu Sistem Pertanian dan Pangan Nasional yang Tangguh

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan upaya kerja sama semua pihak hendak dapat terus dilakukan untuk menyusun langkah adaptasi sistem pertanian dan pangan nasional yang tangguh, terhadap berbagai potensi goncangan.

Menurut Syahrul, Bank Dunia memegang peran penting saat ini dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Salah satu di antaranya yaitu penanganan dampak perubahan iklim semakin signifikan terhadap produksi dan produktivitas pertanian.

Baca JugaMentan Sebut Sektor Pertanian Meningkat di Masa Pagebluk

“Salah satu program prioritas yang diusung oleh Kementerian Pertanian saat ini adalah pengembangan pertanian presisi yang berketahanan iklim . Saat ini, kami telah menyusun sebuah dokumen Grand Design Pembangunan Berketahanan Iklim dan Rendah Karbon di Sektor Pertanian yang akan menjadi pedoman pembangunan pertanian ke depan,” ungkap Mentan saat melakukan pertemuan Bilateral dengan Regional Director World Bank, Benoît Bosquet di Kampus Kementan, Jakarta. Selasa (20/9).

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pertemuan bilateral dengan Bank Dunia. Pertemuan itu menyepakati kerja sama pembangunan pertanian berketahanan iklim dan rendah emisi karbon di Indonesia.

Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Masuk 10 Menteri Berkinerja Baik

Syahrul mengungkapkan bahwa dokumen grand design tersebut disusun berdasarkan hasil penelaahan dan analisa informasi secara komprehensif dan holistik, tentang pembangunan pertanian yang memitigasi perubahan iklim, adaptasi terhadap dampak serta meminimalkan emisi gas rumah kaca sebagai penyebab perubahan iklim.

Mentan berharap Bank Dunia dapat membantu memperkokoh pertanian Indonesia di tengah ancaman krisis iklim dan ekonomi global.

“Saya sangat berharap agar Bank Dunia dapat terus membantu kami mewujudkan sistem pertanian dan pangan nasional yang tangguh, (resilient) terhadap berbagai potensi goncangan kedepan, khususnya goncangan akibat perubahan iklim, serta berkelanjutan,” tambah Mentan.

Sebelumnya, Syahrul menyebut dokumen proyek dukungan Bank Dunia dalam hal pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan melalui inisiasi Proyek “Agriculture Value Chain Development Project / Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) telah disetujui pada 7 Juli 2022 lalu dan segera diimplementasikan.

Baca Juga: Nol Kasus PMK, Mentan Berikan Penghargaan kepada Provinsi-Provinsi Ini

“Saya sangat berharap agar proyek tersebut nantinya dapat berkontribusi secara langsung terhadap upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia ke berbagai negara,” ucap Syahrul.

Dalam pertemuan Bilateral tersebut diketahui Bank Dunia juga menyampaikan akan secara aktif mendukung Kementerian Pertanian dalam rangka project-project dalam rangka penanggulangan dampak negatif perubahan Iklim, yang juga terkait dengan Climate Smart Rice dan Climate Smart Livestock.