Home Nasional Polisi Memperbarui Sistem Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Tolak BBM

Polisi Memperbarui Sistem Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Tolak BBM

Jakarta, Gatra.com - Unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah memasuki sekitar 3 pekan. Namun sepertinya elemen masyarakat tidak menurunkan semangat untuk menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah.

Aksi unjuk rasa tersebut terus disuarakan ribuan elemen masyarakat terdiri dari serikat buruh dan pekerja, ojek online, mahasiswa, hingga organisasi islam.

Pada minggu-minggu awal pengamanan sebelumnya, dari pihak Kepolisian sudah menyiapkan pembatas jalan seukuran paha orang dewasa. Ditambah dengan kawat pagar berduri yang mengelilingi sekitar Gedung Kemenparekraf sampai Pos Polisi kawasan Patung Kuda.

Baca Juga: Demo Tolak Kenaikan BBM, KASBI dan Mahasiswa Mulai Padati Kawasan Patung Kuda

Namun, demonstran berhasil beberapa kali untuk menerobos pembatas jalan dan pagar kawat duri tersebut. Bahkan seringkali terjadi kericuhan antara demonstran dengan polisi.

Kepolisian tampaknya tidak mau kecolongan dengan memperbarui sistem keamanannya dengan menggantikan pembatas jalan dari yang setinggi paha, menjadi setinggi perut orang dewasa. Dilengkapi kawat duri di sekeliling pembatas jalan tersebut. 

Selain itu, pihak pengamanan juga menambahkan lampu sorot sebanyak 10 buah. Ada pula sound system yang lengkap digunakan untuk meghimbau demonstran untuk tetap memainkan lantunan Asmaul Husna agar tertib.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Membubarkan Diri

Giliran demonstrasi hari ini dilakukan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) yang menuntut Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (23/9).

Koordinator lapangan GNPR Aksi 2309, Buya Husein GNPR mengatakan jika mereka telah mengerahkan sekitar ribuan peserta aksi yang akan memadati kawasan Patung Kuda tersebut dengan bergabung berbagai daerah Jabodetabek khususnya.

"Untuk massa sekitar 1.000 kurang lebih. Massa utama dari Jabodetabek, mungkin ada yang dari luar seperti Banten dan lainnya," ucapnya.

Kapolsek Jakarta Pusat, Kombes Pol Komaruddin menjelaskan jika yang akan diturunkan untuk demo sekitar 3.800 personel.

"Di Patung Kuda hanya GNPR terkait BBM. Jadi untuk seluruh wilayah Jakarta Pusat disiagakan personel gabungan TNI-Polri  sebanyak 3.800," katanya kepada awak media.