Home Hukum Massa Marah DPO Ditembak Mati Polisi, Jenazahnya Diusung Ke Polres dan DPRD

Massa Marah DPO Ditembak Mati Polisi, Jenazahnya Diusung Ke Polres dan DPRD

Belu, Gatra.com - Eton ( 35 ) warga Atambua yang buronan, masuk DPO, Selasa 27 September 2022 ditembak mati anggota Buser Polres Belu, Polda NTT ditempat persembunyiannya, Dusun Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Massa, umumnya keluarga yang tidak puas dengan insiden ini mengusung jasad Eton menuju Polres dan DPRD setempat. Di Mapolres selain menghujani gedung dengan batu juga meneriakan Polisi dengan kata –kata 'Polisi pembunuh', 'Polisi Anjing', 'Polisi muka uang', sampai 'Masyarakat tidak percaya polisi'.

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap 2 DPO Kasus Sabu 47 Kg, Aset Rp 15 Miliar Disita

Dari Markas Polres, masa kemudian membawa jasad Eton menuju gedung DPRD. Mereka diterima Ketua DPRD Yeremias Manek Seran dan Wakil Ketua Cipri Temu bersama anggota lainnya.

Eton merupakan buronan kasus pengeroyokan terhadap seorang sopir mobil tangki air di Kelurahan Fatubenao, Kota Atambua, sejak 6 September 2022. Sejak kejadian itu, Eton melarikan diri sehingga ditetapkan daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Ariasandy membenarkan burononan DPO Polres Belu atas nama Eton yang ditempak mati anggota tim Buser Polres Belu. Tiba di lokasi pelaku Eton berada dalam sebuah rumah. Saat mau ditangkap pelaku melarikan diri ke arah menurun menuju sebuah legong.

“Anggota mengejar dan memberi tembakan peringatan tiga kali namun tidak digubris. Akhirnya anggota berusaha melumpuhkan dengan tembakan mengarah ke kakinya. Ternyata dia menunduk sehingga peluru mengenai punggungnya. Anggota berupaya membawa ke RSU Atambua dan meninggal dalam perjalanan ,” kata Ariasandy. 

Baca juga: Paulus Payong Koban DPO Kasus Zina Ditangkap Kejari Lembata

Kombes Ariasandy lebih lanjut menjelaskan Kapolres Belu AKBP Yoseph bersama stafnya terus berupaya mengendalikan situasi di Kota Atambua. “Emosi keluarga dan massa memang masih sedikit bergejolak di Kota Atambua. Namun secara umum berangsur dikendalikan Kapolres Belu dan stafnya. Situasi dan kondisi saat ini berangsur mulai pulih,” jelas Kombes Ariasandy.

Baca juga: Bersembunyi di Gunung, Tak tahan Jadi DPO, Pelaku Kejahatan ini Serahkan Diri di Polres

Menyangkut sangsi terhadap anggota Tim baik itu Buser, Intel dan dari Polsek Raimanuk yang masuk dalam tim mengejar dan menangkap Eton Kombes Ariasandi menyebutkan masih akan diperiksa.

“Semua anggota tim yang melakukan penangkapan pasti akan diperiksa. Apakah itu sesuai prosedur atau tidak. Karena itu kami himbau masyarakat tenang, jangan main hakim sendiri. Tunggu saja, karena apapun hasilnya akan kami infokan,” katanya.