Home Regional Harga di Warung Mahal, Ratusan Warga di Tegal Serbu Operasi Pasar Sembako

Harga di Warung Mahal, Ratusan Warga di Tegal Serbu Operasi Pasar Sembako

Tegal, Gatra.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, Jawa Tengah menggelar operasi pasar murah untuk menekan inflasi karena melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok. Operasi pasar yang menyediakan paket sembako dengan harga lebih murah ini langsung diserbu ratusan warga.

Operasi pasar digelar di depan Pasar Pagi Kota Tegal sekitar pukul 09.00 WIB. Namun ratusan warga yang didominasi ibu-ibu terlihat sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB.

Mereka rela berdiri menunggu lama demi bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng dengan harga lebih murah daripada harga di pasar. Bahkan sejumlah warga turut membawa anak mereka yang masih bayi dan balita.

Salah satunya adalah Puji Rahayu (38). Dia mengantre sembari menggendong anaknya yang berumur dua tahun.

Baca jugaHarga BBM Naik, Pengamat: Lebih Baik Uang Pensiunan DPR yang Dicabut, Pemborosan!

"Di rumah tidak ada yang jaga, jadi anak saya bawa. Ini sudah antre sejak pukul 07.00, " tutur warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur itu.

Puji mengaku rela mengantre berjam-jam agar bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih murah. Menurut dia, harga hampir semua bahan pokok melonjak sejak ada kenaikan harga BBM.

"Mumpung ada operasi pasar, mau beli beras, gula, dan minyak. Di sini lebih murah. Ini juga baru pertama ada. Kalau beli di warung kan lagi mahal. Harganya naik semua karena harga BBM naik," ujarnya.

Baca jugaHarga Telur Ayam Meroket, Zulhas Salahkan Mantan Mendag

Warga lainnya, Wiwit (48) juga mengaku sudah ikut mengantre sejak pukul 07.00 WIB. Dia beralasan harga sembako yang dijual saat operasi pasar lebih murah.

"Kalau beli di warung harganya naik semua. Beras biasanya Rp9.000 per kilo, sekarang sampai Rp12.000 per kilo. Minyak goreng sekarang Rp12.500 per kilo dari biasanya Rp8.000," ungkapnya.

Wiwit berharap harga kebutuhan pokok bisa kembali turun dan stabil. Melonjaknya harga kebutuhan pokok imbas kenaikan harga BBM menurut dia sangat memberatkan. "Suami kerja serabutan. Saya cuma ibu rumah tangga," ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal M Taufik Amrozy mengatakan, digelarnya operasi pasar murah tersebut merupakan sinergi aksi gerakan pengendalian inflasi pangan.

"Sebelumnya kami dari TPID sudah menggelar rapat dan hari ini akhirnya bisa terlaksana operasi pasar. Hari ini di Kota Tegal. Nanti kita siapkan kegiatan lanjutan dalam rangka pengendalian inflasi pangan," ujarnya.

Menurut Taufik, inflasi di Kota Tegal secara tahunan (yoy) mencapai 6,05 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi ketiga di Jawa Tengah setelah Solo dan Cilacap. Bahkan inflasi itu berada di atas inflasi Jawa Tengah (5,03 persen) dan nasional (4,69 persen)

"Secara bulanan, kemarin Agustus Kota Tegal memang deflasi karena ada panen, tapi secara tahunan masih inflasi. Dengan kenaikan harga BBM, harga sembako juga ikut, terutama beras. Jadi perlu dilakukan upaya-upaya untuk meredam kenaikan harga-harga dan infasi ini. Salah satunya dengan operasi pasar," jelasnya.

Taufik menyebut bahan pokok yang disediakan Bulog dalam operasi pasar murah terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir. Masing-masing sebanyak 1.000 pack.

Baca juga: Inflasi Tinggi, Satgas Pangan Tegal Cek Stok dan Harga Bahan Pokok

Beras dijual dengan harga Rp35.000 per 5 kg untuk beras jenis premium dan Rp30.000 per 5 kg untuk beras medium. Sedangkan minyak goreng dijual Rp8.000 per liter, serta gula pasir dijual dengan harga Rp8.500 dan Rp9.000 per kg.

"Kita bersama Bulog menggelar operasi pasar ini dalam jumlah yang cukup. Paket sembako ada 1.000 jumlahnya. Mudah-mudahan mencukupi. Kalau kurang nanti bisa kita tambah. Ini nanti kita lakukan di titik-titik lain sampai akhir tahun ini, termasuk di daerah lain," ujar Taufik.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, selain menekan inflasi, operasi pasar murah juga diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Ini juga harapannya bisa membantu masyarakat karena harganya lebih murah, jadi masyarakat bisa menghemat. Kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu, terutama bagi ibu-ibu," ujarnya.

147