Home Nasional Mantan Wakil Ketua DPR Beri Catatan Untuk Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Mantan Wakil Ketua DPR Beri Catatan Untuk Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, Gatra.com - Pembahasan hasil survey Pusat Data Bersatu (PDB) mengenai harapan penjabat pengganti Gubernur/Wakil Gubernur DKI, Anies Basweda/Ahmad Riza Patria mendapat tanggapan berbagai pihak. Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Priyo Budi Santoso, memberikan pandangannya kepada calon pejabat gubernur.

"Tantangan yang dihadapi calon penjabat gubernur, karena Jakarta adalah jendela republik, siapapun yang ditunjuk betul-betul figur yang punya jam terbang cukup," ujarnya dalam pembacaan hasil survey PDB di Jakarta, Kamis (29/9).

Baca juga: Jokowi Disebut Kabulkan Usulan Warga Eks Timor Timur

Priyo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta merupakan yang terbesar sejumlah Rp 82,4 triliun sehingga pejabat pengganti gubernur harus mampu mengelolanya. Selain itu, birokrasi di DKI Jakarta juga termasuk yang terbesar, dengan jumlah sekitar 263.000 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di berbagai lembaga pemerintahan.

Baca juga: Presiden Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI di Makorem Bogor

"Anggaran jumbo, birokrasi juga sangat besar. Harus dicatat betul oleh calon penjabat gubernur," ucapnya.

Priyo juga menekankan bahwa bagi penjabat gubernur yang nanti ditunjuk, situasi Jakarta sebagai Ibu Kota Negara harus diperhatikan. Hal ini berkaitan dengan adanya rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kalau benar IKN lancar, anggaplah begitu, maka tugas penjabat gubernur untuk memastikan dan berkontribusi ke Pemerintah Pusat mengenai bagaimana nanti situasi Jakarta setelah ribuan personel inti penduduk migrasi besar-besaran ke IKN," tambahnya.

Baca juga: Ribuan Warga Cilacap Kehilangan Tanah Pasca DI/TII dan G30S

Ia menyoroti bahwa ketika pusat ekonomi akan hijrah ke IKN, jangan sampai Jakarta menjadi kota hantu. Priyo juga menyebut bahwa keadaan kantor yang akan kosong, serta parlemen yang berpindah, harus diperhatikan sebagai bagian dari sejarah DKI Jakarta selama ini.

Selain itu, Priyo menyebutkan bahwa penjabat pengganti gubernur akan mendapat tekanan dari banyak pihak. Tidak mudah menjadi pengganti saat dibayang-bayangi oleh prestasi gubernur yang sebelumnya menjabat.

"Dulu Jokowi jadi Presiden, Anies saat ini diunggulkan sebagai calon. Tidak mudah memimpin peninggalan orang dengan prestasi gemilang," katanya.

65