Home Ekonomi Cadangan Beras Nasional Diprediksi Cukupi Masyarakat Hingga 4 Bulan ke Depan

Cadangan Beras Nasional Diprediksi Cukupi Masyarakat Hingga 4 Bulan ke Depan

Jakarta, Gatra.com - Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) I Gusti Ketut Astawai memastikan cadangan beras nasional Indonesia kini mencapai hampir 7 juta ton.

Jumlah tersebut diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan akan beras di masyarakat hingga 3-4 bulan ke depan.

“Secara cadangan pangan nasional, (beras yang) ada di masyarakat hampir 7 juta ton. Artinya, 7 juta ton ini sangat banyak,” ujar Ketut, dalam acara “Polemik: Waspada Resesi Ekonomi dan Krisis Pangan”, Sabtu (01/10).

Baca juga: Presiden Jokowi Klaim Ketersediaan Pangan RI Cukup

Kendati demikian, Ketut menjelaskan bahwa cadangan pemerintah saat ini hanya mencapai sekitar 800 ribu ton. Jumlah itu pun ditargetkan dapat meningkat hingga mencapai 1,2 juta ton pada masa mendatang, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang Kebijakan Pangan, pada Jumat (2/9) lalu.

“Namun cadangan yang dipegang oleh pemerintah, dalam hal ini CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang ditangani oleh BULOG, sekitar 800-an (ribu), sehingga ini harus kita perkuat, dan telah ditetapkan di dalam Rakortas, jumlah cadangan beras, kita harapkan mencapai 1,2 juta ton,” jelas Ketut dalam kesempatan tersebut.

Ketut mengatakan, NFA pada dasarnya sangat mendorong penguatan penyerapan cadangan pangan yang berasal dari dalam negeri. Ia menyebut, NFA juga mendorong adanya produksi beras BULOG di Sulawesi, yang diprediksi akan menjadi dominan dalam waktu dekat.

Baca juga: Empat Strategi Pemerintah dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Ia juga menegaskan bahwa NFA memiliki prinsip untuk mendorong pemenuhan target CBP hingga mencapai 1,2 juta ton dengan mengutamakan penyerapan dari dalam negeri.

“(Kami) mendukung BULOG (untuk) segera memenuhi jumlah atau target cadangan beras pemerintah sebesar 1,2 juta ton, dan mengutamakan penyerapan dalam negeri. Kami minta BULOG untuk segera bergerak bagaimanapun caranya, sehingga pengutamaan penyerapan dalam negeri harus dilakukan,” tegasnya.

35