Home Pendidikan Bukan Hanya Indonesia, Bahasa Daerah di Dunia Pun Hadapi Ancaman Punah

Bukan Hanya Indonesia, Bahasa Daerah di Dunia Pun Hadapi Ancaman Punah

Jakarta, Gatra.com - Kepunahan bahasa daerah bukan hanya menjadi tantangan bagi Indonesia, namun juga dunia. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, E. Aminudin Aziz, menyebut bahwa kepunahan bahasa daerah sudah menjadi fenomena global.

Berdasarkan data UNESCO, sekitar 200 bahasa daerah di dunia telah punah dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Sementara di Indonesia, berdasarkan data Kemendikbudristek, sejak tahun 2019 sebanyak 11 bahasa daerah telah punah.

Baca JugaRevitalisasi Bahasa Daerah Didorong Lewat Muatan Lokal di Sekolah

“Jadi kepunahan ini juga menjadi fenomena global. Data UNESCO memperlihatkan bahwa tiap dua minggu ada bahasa daerah yang hilang,” ujar Aminudin dalam sebuah taklimat media yang dikutip Selasa (4/10).

Di dalam negeri, Aminudin pun mengakui bahwa dalam riset yang dilakukan kementerian sejak 2021 silam, terdapat 24 bahasa daerah yang mengalami kemunduran.

Beberapa fenomena kemunduran bahasa daerah pun nyatanya juga terjadi di hampir seluruh wilayah tanah air, mulai dari barat hingga wilayah timur Indonesia.

“Bahasa sunda yang penuturnya banyak saja, itu menyusut sekitar 2 juta dalam 10 tahun terakhir. Bahasa sunda penuturnya banyak, bisa dibayangkan bagaimana kondisi bahasa yang penuturnya sedikit,” bebernya.

Baca JugaHarus Tahu, Universitas Kelas Dunia Tak Hanya Pentingkan Nilai Akademisi Saja Lho!

Aminudin pun mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beverapa strategi untuk menjaga dan merawat bahasa daerah. Salah satu strategi ialah memperbolehkan penggunaan bahasa daerah dalam penyampaian materi ajar.

"Digunakan misalnya dalam penyampaian materi di sekolah dasar tingkat pertama sampai ketiga. Gurunya bisa direkrut sekolah melalui dana BOS,” ujarnya.

37