Home Ekonomi Yakin Pandemi Lain Akan Muncul, C20 Minta Indonesia Kembangkan FIF

Yakin Pandemi Lain Akan Muncul, C20 Minta Indonesia Kembangkan FIF

Badung, Gatra.com – Civil 20 (C20) menunggu inisiatif pemerintah dalam pengembangan Financial Intermediary Fund (FIF). Sebab, FIF dinilai membuka peluang G20 untuk berkontribusi lebih banyak bagi negara-negara berkembang.

“Itu (bisa) menjadi suatu lompatan yang memungkinkan bagi G20 untuk berkontribusi lebih luas bagi negara-negara berkembang dan bagi negara yang masih miskin,” ujar Sherpa C20 Presidensi Indonesia Ah Maftuchan, dalam konferensi pers C20, di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (6/10).

FIF sendiri didirikan untuk membantu memperkuat kapasitas negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, untuk melakukan prevention (pencegahan), preparedness (kesiapan), dan Response (Respons) terkait pandemi.

Baca jugaC20: Ketimpangan Akses Pengobatan Covid-19 Masih Ada

Maftuchan pun berharap, tata kelola kelembagaan FIF nantinya akan memberikan ruang partisipasi bagi organisasi masyarakat sipil. Dengan demikian, organisasi masyarakat sipil dapat turut andil dalam menjembatani negara-negara di dunia, bahkan yang tidak termasuk dalam keanggotaan G20.

“Sehingga kami bisa menjadi jembatan bagi negara-negara G20 dan negara-negara non G20, khususnya kelompok masyarakat miskin, hingga seluruh warga dunia, bisa mendapatkan manfaat dari pendanaan yang akan dialokasikan untuk prevention, (preparatory), responses pandemi,” kata Maftuchan.

Baca jugaPerwakilan Pemuda C20: Aspirasi Sipil Penting untuk Kemajuan

Ia pun menggarisbawahi potensi akan banyaknya pandemi lain yang mungkin melanda dunia di masa mendatang. Oleh karena itu, saat ini pun, C20 telah berkolaborasi bersama kelompok kerja di bidang kesehatan, demi mendorong akses bagi masyarakat dunia.

Seperti diketahui, C20 telah menyerahkan paket kebijakan yang telah mereka susun bersama kepada pemerintah Indonesia, melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Kamis (6/10). Paket kebijakan tersebut memuat sejumlah rekomendasi solusi dari sejumlah permasalahan yang saat ini tengah dihadapi dunia, salah satunya terkait dengan akses vaksin dan kesehatan bagi masyarakat global.

145