Home Kebencanaan Pemkot Tangerang Antisipasi Banjir di Tengah Cuaca Ekstrim

Pemkot Tangerang Antisipasi Banjir di Tengah Cuaca Ekstrim

Tangerang, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Tangerang melakukan sejumlah antisipasi bencana alam memasuki musim penghujan. BPBD terus berkoordinasi dengan semua pihak terutama instansi dinas terkait.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Deni Koeswara mengatakan Kota Tangerang menjadi aliran Kali Angke, Cisadane dan Kali Ledug. Pemkot Tangerang di Kali Angke telah melakukan pembersihan yang dikoordinir dinas PUPR. Adapun alirannya ke sejumlah wilayah, PUPR tengah melakukan perbaikan turap.

Ia menyebut di musim penghujan saat ini, yang jadi fokus penanganan terkait informasi dan koordinasi. Mulai dari petugas Pintu Air Batu Belah dan Katu Lampa hingga BMKG.

“Karena jatuhnya air Katulampa ke Kota Tangerang sekitar 4-6 jam. Hal inilah yang harus dijaga, Pintu Air 10 untuk mengosongkan Cisadane, mengantisipasi Kota Tangerang terjadi banjir," ujar Deni, saat dikonfirmasi, Jumat (14/10).

Baca Juga: Atasi Banjir, Perbaikan Tanggul Jebol Tangerang Hampir Usai

Ia menjelaskan untuk strategi penanganaan, informasi yang diperoleh dari hulu, akan segera diinformasikan ke Pintu Air 10 agar pintu segera dibuka. Kemudian, menginformasikan keseluruh UPT BPBD untuk bersiaga.

“Mewajibkan seluruh petugas pada kondisi Siaga 1 untuk mengupdate kondisi wilayahnya per dua jam. Sehingga, selanjutnya data bisa diolah untuk diambil keputusan penanganan," jelasnya.

BPBD memiliki 307 personil yang disiagakan 24 jam. Sedangkan, sarana prasarana memiliki 16 unit perahu, 12 unit tenda, sembilan unit motor tempel, 39 unit alat potong pohon, 12 unit genset, 9 unit pompa portabel dan tambahan 3 unit mobil pemadam kebakaran yang juga bisa digunakan sebagai pompa.

"Sedangkan kekuatan sarana prasarana yang dimiliki dari PUPR ialah, 95 unit rumah pompa, 140 unit pompa listrik dan 71 unit diesel serta pemeliharan 180 km drainase,” katanya. 

Disbudparman juga rutin melakukan pemotongan pada pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

Baca Juga: BPPT Gunakan TMC untuk Antisipasi Banjir di Jabodetabek

Ia mengungkapkan BPBD juga memiliki 26 Kampung Tangguh Bencana yang dilengkapi sarana prasarana penanganan bencana.

“Penanganan bencana musim penghujan jadi tanggungjawab kita bersama. Diimbau masyarakat untuk siaga menjaga kebersihan lingkungan, drainase atau gorong-gorong. Ketua RT juga siaga untuk menyalakan pompa diwilayahnya, saat banjir jika mulai datang," ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta agar jajaran Pemkot Tangerang dapat bersiaga dalam mengantisipasi potensi dampak yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Perubahan cuaca bisa berubah sewaktu waktu, dan harus diantisipasi. Apakah itu bentuknya genangan, banjir ataupun yang lainnya," katanya.

Baca Juga: Tim Lintas BUMN Bantu Korban Banjir di Wilayah Jabodetabek

Sachrudin mengatakan antisipasi dan penanggulangan terhadap dampak cuaca harus dilakukan secara bersama-sama dan bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas teknis semata.

"Jadi bukan cuma BPBD atau Dinas PUPR saja. Semua punya tanggung jawab kepada masyarakat. BMKG sudah memprediksi potensi hujan yang bisa terjadi hingga 15 Oktober mendatang," terangnya.

50