Home Nasional Lewat TAPERA, Pemerintah Dorong Pedagang Pasar dan Pekerja Bergaji UMR Miliki Rumah

Lewat TAPERA, Pemerintah Dorong Pedagang Pasar dan Pekerja Bergaji UMR Miliki Rumah

Jakarta, Gatra.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, berharap pedagang pasar dan pekerja di Indonesia dapat memiliki kemudahan dalam memiliki rumah melalui program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Ia menyebutkan bahwa pekerja mandiri atau informal yang penghasilannya sebesar upah minimum, nantinya wajib menjadi peserta Tapera.

"Sedangkan bagi yang penghasilannya di bawah upah minimum, tidak wajib menjadi peserta, namun diperbolehkan menjadi Peserta Tapera apabila ingin mendapatkan manfaat program Tapera," katanya dalam rilis yang diterima, dikutip Jumat (21/10).

Baca JugaTiga Perusahaan Ini Kantongi Penghargaan LKS Bipartit Kemnaker

Afriansyah menerangkan bahwa program ini bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat melalui tabungan wajib pesertanya.

"Kami berharap seluruh pedagang pasar di Indonesia dan pekerja mandiri dapat bergabung menjadi Peserta Tapera dan terbantu dengan kehadiran program ini, sebab manfaat program Tapera sangat besar, " ujarnya.

Hal ini diperlukan dalam rangka mendukung pencanangan Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah (GNPSR). Tapera akan mewadahi dan memfasilitasi seluruh unsur pekerja, termasuk pekerja mandiri/informal agar dapat memiliki kemudahan dalam memiliki rumah pertama.

Baca JugaMenaker: BSU Dari APBN, Bukan dari Iuran BPJSTK Pekerja

Berdasarkan data dari Badan Pengelola Tapera, angka backlog perumahan (kekurangan kebutuhan kepemilikan rumah) di Indonesia mencapai kurang lebih 12,75 juta rumah. Proporsi ini tersebut didominasi oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sebagian besar merupakan pekerja di sektor informal dan memiliki kesulitan akses terhadap layanan jasa keuangan atau perbankan (unbankable).

"Untuk itu, program ini bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah," imbuhnya.

85