Home Kesehatan Good Doctor Donasikan Masker Bagi Penderita Kanker

Good Doctor Donasikan Masker Bagi Penderita Kanker

Jakarta, Gatra.com- Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) mendonasikan puluhan ribu masker kepada berbagai komunitas dan yayasan kanker, seperti Cancer Information & Support Center, Yayasan Kanker Indonesia, dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Orang dengan kanker termasuk kelompok rentan yang masih membutuhkan masker karena pandemi COVID-19 belum juga berakhir.

“Sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu berbasis teknologi, kami berkomitmen untuk melindungi masyarakat rentan. Orang dengan kanker termasuk dalam kelompok ini. Oleh karena itu, Good Doctor mendonasikan 150.000 masker bedah sebagai upaya untuk melindungi para pasien kanker,” kata Managing Director PT Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/10).

Bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara di seluruh dunia. “Pendonasian masker kepada berbagai komunitas dan yayasan kanker ini juga merupakan cara kami untuk memperingati bulan Oktober sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara,” jelas dia. Baca juga: Good Doctor & Pemkot Semarang Kolaborasi Tingkatkan Akses Kesehatan Digital

Dilansir dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Sehat Negeriku, kanker payudara menempati urutan pertama penyakit kanker dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia. Sementara itu, data Globocan tahun 2020 menyebutkan di Indonesia jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 65.858 (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker dan jumlah kematian akibat kanker payudara mencapai 22.430 jiwa.

Walaupun kanker payudara menjadi momok bagi kaum perempuan, kanker ini bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risikonya. Kanker payudara dapat dideteksi pada stadium dini sehingga apabila ditemukan adanya kanker, biaya pengobatannya akan jauh lebih murah daripada apabila ditemukan pada stadium lanjut.

Selain itu, peluang kesembuhan pada pasien kanker stadium lanjut akan lebih kecil. Deteksi dini dapat dilakukan baik dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) maupun pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Pemeriksaan klinis mammogram oleh dokter rutin dilakukan setiap tiga tahun sekali pada usia 20-an hingga 30-an, sedangkan setelah usia 40 tahun, pemeriksaan rutin dilakukan setiap tahun. Baca juga: Good Doctor dan LSPR Tutup Kampanye Pentingnya Literasi Kesehatan

Dilansir dari gooddoctor.co.id, berikut 10 cara untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker payudara.

1. Jangan merokok

2. Hindari minum alkohol

3. Diet makanan sehat

4. Jaga berat badan

5. Rutin berolahraga

6. Menyusui anak

7. Hindari paparan radiasi

8. Hindari penggunaan pil KB saat berusia di atas 35 tahun

9. Batasi dosis dan durasi terapi hormon

10. Cari tahu riwayat keluarga yang terkena kanker

Dengan melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko kanker payudara, harapan hidup dan kualitas hidup orang dengan kanker payudara dapat meningkat. Selain itu, orang dengan kanker payudara yang sudah dinyatakan sembuh, tidak boleh lengah. Para penyintas kanker payudara harus terus menjaga kesehatannya agar sistem imun tubuhnya tidak lemah. Saat daya tahan tubuh menurun, kanker bisa muncul kembali.

Adapun tips menjaga kesehatan untuk penyintas kanker payudara dari gooddoctor.co.id. Antara lain:

- Kelola stres dengan baik

- Jaga berat badan

- Rutin berolahraga

- Tetap melakukan pemeriksaan

- Konsumsi makanan bergizi

- Hindari makanan tidak sehat

130