Home Hukum Adik Brigadir J: Polisi Datangi Rumah, Kasih Banyak Larangan

Adik Brigadir J: Polisi Datangi Rumah, Kasih Banyak Larangan

Jakarta, Gatra.com - Adik Brigadir J, Mahareza Hutabarat membenarkan bahwa sekelompok anggota Polri mendatangi rumah keluarga Brigadir J di Jambi dengan tidak sopan usai pemakaman dilakukan.

Reza pun membenarkan pertanyaan Hakim Ketua di akhir kesaksiannya, ketika ia tengah menjelaskan kronologi peristiwa pasca Brigadir J dikebumikan.

"Mereka datang dengan tidak sopan, datang memakai sepatu, memerintahkan supaya semua jendela ditutup, tidak ada rekaman video atau apapun juga?" tanya Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa, dalam sidang pemeriksaan saksi-saksi, Selasa (1/11).

Pertanyaan itu pun lantas dibenarkan oleh Reza. Adapun, pertanyaan yang diajukan Hakim Ketua tersebut merupakan bentuk penegasan atas pernyataan yang Reza sampaikan sebelumnya.

Baca jugaAyah Brigadir J ke Ferdy Sambo: Bagaimana Kalau Dibalik, Pak FS Jadi Saya

Reza bersaksi, bahwa pemakaman kakaknya itu dilangsungkan tidak secara kedinasan. Pada malam setelah pemakaman, sekelompok anggota Kepolisian pun mendatangi rumahnya dan memberikan sejumlah larangan.

"Malamnya, (pada) hari Senin, saya posisi lagi tidur, dibangunin kakak saya, Kak Devi. Saya lihat di situ sudah banyak anggota. Termasuk, terus ada yang juga bilang, 'Jangan merekam, jangan ada yang videoin, jangan ada yang main HP'. Saat itu. 'Gorden, pintu, semua tutup'," urai Reza ketika menjelaskan kronologi peristiwa malam itu.

Reza pun menyatakan, ada banyak anggota Polri yang datang ke rumahnya pada saat itu. Setelah itu, kata Reza, anggota keluarganya dipisahkan menjadi dua bagian, yakni keluarga inti dan keluarga selain inti.

Baca jugaBuka Peti Jenazah, Ayah Brigadir J Justru Temukan Luka Tambahan

"Saat itu kami dipisahkan, Yang Mulia. Keluarga inti sebelah kiri, keluarga yang lain sebelah kanan. Saya kalau dari depan rumah sebelah kiri sini, Yang Mulia," jelas Reza.

Ia pun memastikan bahwa Eks Karo Paminal Polri Hendra Kurniawan juga hadir di sana. Hendra berada di lokasi dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Hendra pun mengatakan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk menjelaskan kronologi pembunuhan Brigadir J.

"Dia bilang, maksud kedatangan beliau ke rumah duka, untuk menyampaikan kronologi yang terjadi. Kronologi yang disampaikan kurang lebih sama yang disampaikan oleh Pak Benny Ali kepada saya, Yang Mulia," katanya.

Reza pun menyebut, Hendra sempat beradu argumen dengan ayah Brigadir J. Hanya saja, Reza mengaku lupa dengan apa yang diperdebatkan keduanya pada saat itu.

"Di situ, sempat Bapak dengan Pak Hendra ada sempat beradu argumen. Saya tidak ingat lagi (adu argumen soal apa), Yang Mulia," kata Reza.

59