Home Regional MTQ Korpri di Sumbar Catat Rekor Peserta Terbanyak

MTQ Korpri di Sumbar Catat Rekor Peserta Terbanyak

Padang, Gatra.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan tujuan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), untuk memperkuat keislaman dan keimanan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jumlah mencapai empat juta lebih diharapkan bisa lebih berintegritas mewujudkan pemerintah yang bersih.

"Kita mengajak ASN untuk meningkatkan kualitas syukur, tidak bergaya hidup mewah," kata Tito di Kompleks Gubernuran Sumbar di hadapan 1.500 kafilah dan official dari 34 provinsi, 49 kementerian dan lembaga.

Tito resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VI Korps Pegawai Negeri Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2022, di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (7/11) malam.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyampaikan pelaksanaan MTQ ke-VI Korpri ini bernilai strategis dalam rangka pembangunan SDM ungggul dan meningkatkan kinerja ASN. Pasalnya, salah satu tujuan MTQ agar ASN yang Islam lebih dekat dengan Al-Quran.

Baca Juga: Dua Provinsi Absen Ikut MTQ Nasional di Sumbar

Mahyeldi juga mengklaim MTQ ke-VI Korpri di Sumbar ini terbesar dengan peserta terbanyak dibanding dengan MTQ Korpri sebelumnya. Maka itu, pihaknya menyiapkan venue terbaik dengan jarak yang saling berdekatan, untuk mobilititas peserta.

"MTQ ke-VI Korpri di Sumbar menjadi sejarah terbesar dengan peserta terbanyak, yakni mencapai 1.500 kafilah dan official, dibanding MTQ Korpri tahun-tahun sebelumnya," kata Mahyeldi.

Memanfaatkan momentum banyaknya peserta ini, Gubernur Sumbar juga mengajak peserta kafilah dan pendamping menyempatkan diri untuk mengunjungi wisata alam, budaya, kuliner, serta membeli oleh-oleh sebelum pulang nantinya.

Baca Juga: Sebanyak 564 Kafilah Tanding di MTQ Nasional ke-40 Solok

Pernyataan serupa juga diungkapkan Sekdprov Sumbar, Hansastri bahwa jumlah kafilah MTQ ke-VI Korpri 2022 ini diikuti sebanyak 902 orang dari 34 provinsi, dan 49 kementerian lembaga. Ratusan kafilah itu terbagi dalam 9 cabang perlombaan.

Dia juga merincikan, 9 cabang lomba itu terbagi dalam 8 venue, yakni Cabang Tartil di Masjid Al Hakim Padang, Cabang Tilawah di Masjid Raya Sumbar, Cabang Hifzh Alquran Golongan 30 Juz dan Al Baqarah di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

Lalu, Cabang Hifzh Alquran Golongan Surah Al Imran, Annisa, Tujuh Surat Pilihan di Aula Disnakertrans Sumbar, Cabang Da'wah Alquran dan Doa di Aula UIN Imam Bonjol Padang, Cabang Khath Alquran Golongan Dekorasi, Kontemporer dan Digital di Aula SMAN 1 Padang.

"Cabang Khutbah Jumat dan Adzan di Aula Dinas Kebudayaan Sumbar, dan Cabang Penulisan Artikel Alquran di Aula Dinas Kebudayaan dan Laboratorium Komputer BKD Sumbar," jelasnya.

Sementara Ketua Umum Dewan Pembina Nasional Korpri, Zudan Arif Fakhrullah mengakui meningkatkannya peserta MTQ Korpri dari tahun ke tahun. Banyak perguruan tinggi yang ingin bergabung dengan kafilah tersendiri.

"MTQ ke-VI Korpr ini menghadirkan lebih dari 1.500 kafilah, dewan juri, dewan pengawas, dan official dari 34 provinsi, dengan 9 cabang dilombakan dari 26 golongan, yakni 14 pria dan 12 wanita," terang Zudan.

Baca Juga: Cerita Perjalanan Mahasiswa UMP Juara MTQ Tingkat Nasional

Menurutnya, Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) memilih Sumbar sebagai tuan rumah MTQ ke-VI Korpri ini karena branding Sumbar sangat kuat dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih banyaknya tokoh-tokoh pejuang, pemikir, dan pendiri bangsa berdarah Minang.

"MTQ ke-VI Korpri di Sumbar rekor yang terbesar. Kami ingin semangat tokoh pejuang, pemikir, dan pejuang dari Minang dulu diwarisi para ASN," tuturnya.

Pantauan Gatra.com di lokasi, pembukaan MTQ ke-VI ini dihadiri pejabat DPR, DPD, DPRD, pejabat dan kepala OPD selingkungan Pemprov Sumbar, Ketua Dewan Pengawas Said Agil Almunawar, dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Selain itu, ratusan masyarakat juga turut menyaksikan pembukaan MTQ untuk ASN tingkat nasional itu. Terlebih pembukaan juga dipukau dengan atraksi tari kolosal Sanggar Tari Satampang Baniah, tentang perjuangan Tuanku Imam Bonjol berjudul "Sang Imam" tentang kaum adat dan kaum agama.

103