Home Gaya Hidup Karya Foto CISDI, Potret Kisah Tak Kasat Mata di Balik Kerja Kader Kesehatan

Karya Foto CISDI, Potret Kisah Tak Kasat Mata di Balik Kerja Kader Kesehatan

Jakarta, Gatra.com - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Kolektif Fotografi Arkademy Project menggelar pameran fotografi bertajuk “Asih Itu Hening: Kerja Kesehatan yang Tak Kasat Mata”.

Pameran foto yang digelar pada tanggal 5-16 November 2022 tersebut menampilkan sisi di balik kerja kader kesehatan. Kader kesehatan adalah masyarakat yang membantu puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan primer lainnya menangani masalah kesehatan di komunitasnya.

Berkat pameran tersebut, masyarakat diharapkan menjadi lebih dekat dengan sosok kader dan sebagai jembatan untuk akses kesehatan yang kerap tidak diketahui sekaligus memahami kompleksitas isu yang mereka alami. CEO & Founder CISDI, Diah Saminarsih mengatakan, kader kesehatan dituntut memiliki pengetahuan yang kuat tentang berbagai jenis penyakit dan tahu cara berkomunikasi secara efektif dengan warga hingga mampu memberikan pertolongan saat darurat.

"Namun, masih ada persepsi bahwa kerja mereka itu sukarela. Padahal posisi strategis kader kesehatan perlu didukung dengan apresiasi yang layak, baik dari segi finansial, pengakuan kompetensi, maupun bekal ilmu pengetahuan,” ungkap Diah Saminarsih dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (8/11).

Menurut inisiator gerakan penguatan layanan kesehatan primer Pencerah Nusantara itu terdapat 12 karya terpilih pasca lokakarya bersama CISDI dan Arkademy Project 29 Juli-14 Agustus 2022 lalu. Peserta adalah fotografer amatir dan profesional yang terpilih melalui seleksi.

“Dalam lokakarya itu setiap peserta mendapatkan materi pembelajaran, paparan mengenai kerja kader, literasi visual, riset, hingga fotografi kritis sebelum diterjunkan langsung di wilayah kerja kader kesehatan sebagai subyek fotografi mereka,” tutur Co- founder Kolektif Arkademy Project, Ben K.C. Laksana.

Kader yang menjadi subjek foto adalah bagian dari program PN-PRIMA, yaitu Pencerah Nusantara: Puskesmas Responsif-Inklusif, Masyarakat Aktif Bermakna yang mempererat masyarakat rentan dengan akses kesehatan yang inklusif dan berbasis komunitas melalui kehadiran Kader PRIMA.

Hingga saat ini, ada sekitar 1042 orang kader PRIMA yang bekerja sama dengan 21 puskesmas di Kota Depok, Kota Bandung dan Kabupaten Bekasi, menjangkau lebih dari 22.404 warga.

“Kami berharap inisiatif ini sedikit menciptakan dan menumbuhkan kesadaran kritis publik tentang kader dan isu kesehatan masyarakat. Sesuai dengan prinsip transformasi pelayanan kesehatan primer, di mana kader bersama tenaga kesehatan adalah ujung tombak," kata Ben.

Ia menambahkan, kader yang berdaya akan mendekatkan layanan kesehatan primer ke publik dan memungkinkan masyarakat lebih terlibat dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Pameran fotografi tersebut merupakan rangkaian dari perayaan satu dekade program penguatan layanan kesehatan primer Pencerah Nusantara.

Gerakan ini terselenggara sejak 2012 dan menjangkau lebih dari 13 juta orang, melibatkan lebih dari 1.000 orang profesional muda, hingga menggerakkan setidaknya 1.050 kader kesehatan masyarakat di 29 kabupaten/kota di Indonesia.

387