Home Kebencanaan Cuaca Esktrem, 45 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati

Cuaca Esktrem, 45 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati

Padang, Gatra.com- Kematian ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) terjadi lagi. Hingga Jumat (18/11) ikan yang mati sudah menyentuh angka 45 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira menyebut kematian puluhan ton ikan ini akibat cuaca yang ektrem yang melanda daerah setempat sejak sepekan terakhir. "Ikan ini mati sejak Kamis kemarin," kata Rosva.

Dia mengatakan, berdasarkan pendataan yang pihaknya lakukan, 45 ton ikan yang mati itu tersebar di 124 Keramba Jaring Apung (KJA) milik 27 petani di Tapian Tampuniak Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam. 

"Kerugian petani mencapai Rp945 juta, karena harga ikan tingkat petani saat ini Rp21.000 per kilogram," ujar Rosva di Agam.

Menurutnya, puluhan ton ikan mati itu akibat perubahan cuaca, angin kencang, dan tingginya curah hujan dalam sehingga terjadi pembalikan masa air. Lalu lapisan bawah yang minim oksigen terangkat ke permukaan, sehingga ikan kekurangan oksigen.

Rosva mengungkap, ikan yang mati masih di satu nigari (desa). Sementara di lokasi nagari lain, pihak penyuluhan pertanian lapangan masih melakukan pendataan. Bahkan untuk antisivasi kematian, petani di nagari lain sudah panen lebih awal.

Selain itu, untuk bangkai ikan yang mati tidak bisa dievakuasi. Pasalnya, karena masih ada ikan di KJA yang masih hidup meski dalam kondisi kekurangan oksigen. Jika evakuasi dilakukan, akan memicu kondisi ikan yang hidup semakin stres dan mati.

"Kita sudah menyarankan masyarakat Jorong Tanjung Sani tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, dan ikan yang masih hidup dievakuasi ke kolam penampungan sementara,"  pungkasnya.

114