Home Gaya Hidup Praktisi: Manusia Sering Melarikan Diri dari Kenyataan yang Dihadapi

Praktisi: Manusia Sering Melarikan Diri dari Kenyataan yang Dihadapi

Jakarta, Gatra.com - Fenomena self-reward (keberhasilan yang dicapai dengan baik atau pemberian hadiah kepada diri sendiri) harus diatur agar tidak beralih menjadi escaping atau pelarian diri. 

Praktisi kesehatan mental, Adjie Santosoputro mengatakan bahwa self-reward secukupnya dibutuhkan namun tidak boleh berlebihan

"Saya sarankan secukupnya, tidak apa-apa (self-reward). Tapi kita perlu menyadari bahwa impulse buying atau impulse eating itu bentuk escape kita, pelarian kita dari kenyataan. Misalnya lari dari perasaan sedih. 

“Perlu upaya untuk memulihkannya," katanya dalam konferensi pers Wealth Wisdom 2022 di Jakarta, Senin (28/11).

Adjie menyebutkan bahwa perilaku itu merupakan perilaku yang manusiawi. Wajar jika manusia sering melarikan diri dari kenyataan yang dihadapi.

Adjie menuturkan bahwa seringkali perilaku healing adalah bentuk escaping. Maka, kesadaran dari dalam diri diperlukan untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

"Mengalihkan diri dengan makan, belanja, jalan-jalan, diikuti dengan upaya untuk memulihkan. Mindful itu melihat lebih mendalam apa yang kita lakukan, apa di baliknya itu," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat tipe healing yang sebenarnya bukan healing, yaitu dengan melampiaskan, meluapkan salah satunya emosi marah.

"Misalnya anger room, itu mengamplifikasi amarah itu. Mungkin plong sesaat, tapi marah itu akan merasa diperhatikan, nanti jadi terbiasa," katanya.

Selain itu, terdapat upaya healing dengan supress emosi, yaitu dengan terus menekan perasaan dan selalu memasang wajah senang. Hal ini bisa berbahaya sebab pembiaran emosi yang tidak benar bisa berakibat buruk bagi diri sendiri.

Sementara, reframing juga tidak termasuk dalam bentuk healing. Adjie mengatakan bahwa ketika seseorang mengalami kegagalan lalu berusaha menenangkan hati dengan ungkapan seperti "gagal adalah sukses yang tertunda", itu bukanlah penenangan diri.

"Tipis-tipis namanya denial. Kalau berlebihan itu escaping," ujarnya.

Metode healing disebutkan Adjie dilakukan dengan meluangkan waktu untuk duduk diam, pejamkan mata, dan merasakan apa yang sedang dirasakan. Berlatih belajar menyadari diri apa adanya menjadi kunci agar bisa menyadari dan menikmati saat ini.

"Temui perasaan, pikiran yang sedang muncul. Lalu, beranikan diri, jangan malu untuk ke profesional untuk cek kesehatan mental kita," katanya.

40