Home Nasional Gus Mus, Kisah Dibalik dan Makna Lirik Mars Satu Abad NU

Gus Mus, Kisah Dibalik dan Makna Lirik Mars Satu Abad NU

Jakarta, Gatra.com - Menyambut Peringatan Harlah Satu Abad Nahdatul Ulama (NU) yang akan dilaksanakan di Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur pada hari Selasa, 7 Februari 2023, PBNU melaunching Mars Satu Abad NU.

 

Lagu berjudul "Merawat Jagad Membangun Peradaban" itu ditulis oleh KH Ahmad Mustofa Bisri dan musiknya diracik oleh Tohpati Ario Hutomo.

 

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mengatakan bahwa lagu ini dibuat khusus untuk peringatan Satu Abad NU. Di dalamnya, makna dari dasar perjuangan hingga visi masa depan NU disertakan di dalam lagu tersebut.

 

"Kita sungguh berharap bahwa ini menjadi lagu yang barokah bagi NU, artinya akan dikenal secara luas karena melodinya juga mudah, tapi memang sangat terasa di hati.

 

Alhamdulillah, dengan ini kita luncurkan secara resmi lagu berjudul Merawat Jagad, Membangun Peradaban," ujarnya dalam acara Launching Mars Satu Abad NU di Gedung PBNU, Jumat (6/1).

 

Penulis lagu, KH Ahmad Mustofa Bisri yang bergabung via Zoom menjelaskan beberapa makna di dalam tulisan yang ia ciptakan. Ia memaparkan bahwa dalam proses penulisan turut melihat kembali sejarah sejak NU berdiri pertama kali.

 

"Saya pelajari dari asal generasi pertama, kedua, tulisan mereka, sejarah mereka, dokumentasi yang mereka tinggalkan," katanya.

 

Pembuka lagu dibuka dengan "Subhanallah, Allahuakbar". Ia mengatakan bahwa awalan itu sengaja dimaksudkan untuk mengingat kembali apa saja yang sudah dicapai NU sejak awal berdiri.

 

"Subhanallah, Allahuakbar sebagai ungkapan terhadap apa yang dicapai NU selama satu abad. Di tengah-tengah (bait), saya mengucapkan hamdalah karena semua yang dicapai NU tidak lepas sama sekali dari kehendak Allah swt, termasuk pasang surutnya, dinamikanya," paparnya.

 

Dalam bait kedua yang berbunyi:

 

"Sudah seabad sejak kebangkitannya // Ulama bersama pengikut-pengikutnya // Istiqomah dan setia // Jaga akidah dan sunah Rasul-Nya",

 

Gus Mus - panggilan akrab KH Ahmad Mustofa Bisri - menyatakan bahwa ini menjadi pengingat bahwa NU harus tetap istiqomah dalam menjaga akidah. Menurutnya, definisi Islam harus terlihat dalam setiap perilaku yang diambil.

 

"Agama dalam hal ini tidak hanya tauhid. Kalau orang ingin melihat pelakunya orang Islam itu apa, tinggal melihat orang NU. Kalau ingin melihat bagaimana kasih sayang Rasulullah, tinggal melihat Kyai NU," katanya.

 

Pada bait selanjutnya, terdapat ajakan untuk terus melanjutkan amal baik yang telah dilaksanakan selama ini. Selain itu, ajakan untuk mengembangkan khidmah juga disertakan agar semakin banyak kasih sayang yang disebarkan.

 

Gus Mus melanjutkan, bahwa di bait terakhir, ia menekankan pentingnya membangun peradaban baru yang mulia.

 

Tujuannya dilakukan untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan dalam ridha Tuhan yang Maha Esa.

 

"Makanya itu di akhir saya katakan, kita selalu memohon apa yang kita lakukan, apa yang kita upayakan, selalu dinaungi Ridha Allah swt. Dengan demikian, barokah lah apa yang kita lakukan," pungkasnya.

 

Lirik lengkap Mars Satu Abad NU:

 

SubhãnaLlãh, Allãhu Akbar 

 

Maha Suci Allah, Maha Besar

 

Khidmah Jam'iyah Nahdlatul Ulama 

 

Telah mencapai seabad lamanya

 

Sudah seabad sejak kebangkitannya

 

Ulama bersama pengikut-pengikutnya

 

Istiqamah dan setia 

 

Jaga Akidah dan sunnah RasulNya

 

Alhamdulillah, segala puji baginya

 

Ulama bersama pengikut-pengikutnya

 

Istiqamah dan setia 

 

Menjaga Agama, Nusa dan bangsa

 

Mari kuatkan niat kita

 

Kita bulatkan tekad kita

 

Terus lanjutkan amal kita

 

Mengembangkan khidmah kita

 

Menebar kasih-sayang semesta

 

Membangun peradaban baru yang mulia

 

Tuk kedamaian dan bahagia Bersama

 

Dalam ridha Allah Tuhan yang Maha Esa

 

820