Home Internasional Tentara Israel Bunuh 3 Warga Palestina selama Penggerebekan di Tepi Barat

Tentara Israel Bunuh 3 Warga Palestina selama Penggerebekan di Tepi Barat

Yerusalem, Gatra.com - Militer Israel menembak dan membunuh tiga warga Palestina selama serangan penangkapan di Tepi Barat yang diduduki, pada hari Kamis (12/1).

Associated Press, Jumat (13/1) melaporkan, pejabat kesehatan Palestina menyebut bahwa pertumpahan darah terbaru itu terjadi dalam beberapa bulan ini akibat kekerasan antara Israel dan Palestina.

Militer Israel menyebut serangan hampir setiap malam di wilayah itu sejak awal tahun lalu, ketika tentara memasuki kamp pengungsi Qalandia sebelum fajar dan mendapat serangan lemparan batu dan balok semen.

Sebagai tanggapan, militer mengatakan pasukan menembaki warga Palestina yang melemparkan benda-benda dari atap rumah. 

Baca Juga: Pasukan Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pria yang tewas ketika itu adalah Samir Aslan, 41 tahun.

Adapun saudara perempuan Aslan, Noura Aslan, mengatakan pasukan keamanan Israel masuk ke rumah mereka pada pukul 2:30 pagi untuk menangkap putranya yang berusia 18 tahun, Ramzi. Saat itu Ramzi diseret pergi, sedangkan ayahnya berlari di atap untuk melihat apa yang terjadi. Beberapa saat, seorang penembak jitu Israel menembaknya dari belakang.

Istri Aslan kemudian menelepon ambulans, namun Noura mengatakan tentara awalnya mencegah petugas medis mencapai rumah tersebut. 

Saat Aslan berdarah, keluarganya membawa tubuhnya menuruni tangga dan meminta bantuan. 

“Ambulans menjemputnya sekitar 20 menit kemudian," kata Noura.

Baca Juga: Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina

Tentara Israel juga menggerebek lokasi Tepi Barat yang diduduki di bagian utara pada hari Kamis. Memasuki desa Qabatiya di selatan kota, ‘titik nyala’ Jenin dan mengelilingi sebuah rumah di kota itu. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel menembak mati Habib Kamil yang berusia 25 tahun dan Abdel Hadi Nazal yang berusia 18 tahun.

Tentara Israel mengatakan pasukan keamanan juga memasuki Qabatiya untuk menangkap Muhammad Alauna, seorang warga Palestina yang diduga merencanakan serangan militan. 

Tentara mengatakan tentara menembak sejumlah warga Palestina selama penggerebekan, termasuk seorang pria yang mencoba melarikan diri dari tempat kejadian dengan Alauna, seorang pria bersenjata yang menembaki pasukan dari dalam mobilnya serta sekelompok warga Palestina, yang melemparkan batu ke pasukan Israel. Belum jelas apa yang dilakukan Kamil saat dia ditembak.

Korban meninggal dunia pada Kamis itu membuat jumlah total warga Palestina yang tewas di Tepi Barat tahun ini menjadi sembilan, termasuk dua warga Palestina yang tewas pada Rabu dalam insiden terpisah di Tepi Barat. 

Satu tewas dalam serangan penangkapan militer Israel di utara wilayah itu dan satu lagi setelah menikam dan melukai seorang pria Israel di pemukiman selatan.

Baca Juga: Bentrokan di Tepi Barat, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina

Kekerasan yang meningkat terjadi ketika pemerintah ultranasionalis dan ultra-Ortodoks Israel yang baru—yang paling sayap kanan—merencanakan agenda legislatifnya, yang diperkirakan akan mengambil garis keras terhadap Palestina dan mendorong pembangunan permukiman di Tepi Barat.

Israel merebut Tepi Barat dalam perang 1967, bersama dengan Jalur Gaza dan Yerusalem timur, wilayah yang diinginkan Palestina untuk negara merdeka mereka di masa depan. Israel sejak itu telah menempatkan 500.000 orang di sekitar 130 permukiman di Tepi Barat, yang dipandang oleh orang Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional sebagai penghalang perdamaian.

64