Home Internasional Kecelakaan Pesawat di Nepal: Tim Penyelamat Pakai Drone Cari Penumpang

Kecelakaan Pesawat di Nepal: Tim Penyelamat Pakai Drone Cari Penumpang

Kathmandu, Gatra.com – Tim penyelamat kecelakaan pesawat turboprop ATR 72 milik Yeti Airlines di Nepal, menggunakan drone dan menuruni ngarai sedalam 200 meter (656 kaki) untuk mencari korban penumpang di Nepal barat pada hari Selasa (17/1). 

Reuters, Selasa (17/1) melaporkan tim masih mencari dua penumpang yang masih belum ditemukan setelah kecelakaan pesawat paling mematikan di negara itu dalam 30 tahun, yang menewaskan sedikitnya 70 orang.

Medan yang sulit dan cuaca buruk menghambat upaya penyelamatan di dekat kota wisata Pokhara, tempat pesawat turboprop ATR 72 milik Yeti Airlines yang membawa 72 orang jatuh dalam cuaca cerah sebelum mendarat, pada hari Minggu lalu.

“Ada kabut tebal di sini sekarang. Kami mengirim personel pencarian dan penyelamatan menggunakan tali ke jurang di mana bagian-bagian pesawat jatuh dan terbakar," kata Ajay KC, seorang pejabat polisi di Pokhara yang ikut dalam upaya penyelamatan.

Para pencari menemukan dua mayat lagi pada hari Senin sebelum pencarian dihentikan karena sudah mulai malam.

“Ada anak kecil di antara penumpang. Beberapa mungkin telah terbakar dan mati dan mungkin tidak ditemukan. Kami akan terus mencari mereka,” kata KC.

Saluran televisi menayangkan rekaman beberapa kerabat yang menangis menunggu jenazah, orang yang mereka cintai di luar rumah sakit tempat otopsi dilakukan di Pokhara.

Pada hari Senin, tim penyelamat telah menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan dari penerbangan. Keduanya dalam kondisi baik. Penemuan yang mungkin membantu penyelidik mengetahui penyebab kecelakaan itu.

Di bawah aturan penerbangan internasional, badan investigasi kecelakaan di negara tempat pesawat dan mesin dirancang dan dibuat secara otomatis menjadi bagian dari penyelidikan.

ATR berbasis di Prancis dan mesin pesawat diproduksi di Kanada oleh Pratt & Whitney Canada.

Penyelidik kecelakaan udara Prancis dan Kanada mengatakan mereka berencana untuk berpartisipasi dalam penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut.

21