Home Nasional Pendiri Teater Koma Nano Riantiarno Meninggal Dunia

Pendiri Teater Koma Nano Riantiarno Meninggal Dunia

Jakarta, Gatra.com - Aktor sekaligus Pendiri Teater Koma Norbertus Riantiarno atau yang biasa dikenal Nano Riantiarno meninggal dunia pada Jumat (20/1). Kabar duka tersebut diumumkan oleh akun Instagram resmi Teater Koma.

"Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, suami, ayah, kakak, guru kami tercinta, Norbertus (Nano) Riantiarno," tulis akun tersebut.

Nano dikabarkan meninggal dunia di rumahnya pagi hari tadi pukul 06.58 WIB. Mendiang bakal dikuburkan pada Sabtu, 21 Januari mendatang, sebelum tengah hari, di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Hidangan Khas Indonesia yang Wajib Dicicipi!

Nano cukup lama terkapar sakit. Ia didiagnosa terserang kanker paru-paru dan sempat menjalani rawat inap di RS Kanker Dharmais sejak 27 Desember 2022. Sebelumnya, ia dilarikan ke ICU RS Fatmawati akibat tumor di pahanya.

Nano Riantiarno lahir pada 6 Juni 1949. Sejak pertengah 1960-an, ia mulai aktif di teater, terutama di kota kelahirannya, Cirebon. Usai tamat SMA pada 1967, Nano melanjutkan kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta.

Baca Juga: Berebut Kue Keranjang di Grebeg Sudiro, Wujud Harmoni Budaya Jawa dan Tionghoa

Nano sempat bergabung dengan Teguh Karya, salah seorang dramawan terkemuka Indonesia, dan ikut mendirikan Teater Populer pada 1968. Pada 1 Maret 1977, ia mendirikan Teater Koma, salah satu kelompok teater yang paling produktif di Indonesia hingga saat ini.

Seabrek penghargaan telah diraih Nano. Mulai dari sayembara Naskah Drama Dewan Kesenian Jakarta (1972-1973-1974-1975 dan 1998); penghargaan dari Forum Film Bandung untuk serial film televisi berjudul “Kupu-kupu Ungu” sebagai Penulis Skenario Terpuji 1999 dan Hadiah Seni, serta Piagam Kesenian dan Kebudayaan dari Departemen P&K pada 1993.

Karya skenarionya, "Jakarta Jakarta", meraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia di Ujung Pandang, 1978. Karya sinetronnya, "Karina" meraih Piala Vidia pada Festival Film Indonesia di Jakarta, 1987.

46