Home Regional Rayakan Imlek, Anak-anak Berebut Seribu Angpao

Rayakan Imlek, Anak-anak Berebut Seribu Angpao

Purworejo, Gatra.com- Perayaan tahun baru dalam kalender Tiongkok atau yang dikenal sebagai Imlek di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah berlangsung sederhana namun meriah. Warga Kampung Pandekluwih, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Purworejo merayakan tahun baru 2574 Kongzili dengan cara berebut angpao.

Puluhan amplop merah digantung sepanjang gang kampung untuk diperebutkan oleh anak-anak. Sebanyak 1.000 angpao berisi pecahan uang pun menjadi incaran bagi bocah-bocah yang tinggal di Kampung Pandekluwih.

Kegiatan ini diprakarasai oleh warga dan pemuda keturunan Tionghoa yang tinggal di Pecinannya Purworejo tersebut. Kegiatan nerebut dan berbagi angpao dengan cara ini telah dilakukan oleh warga Pandekluwih setiap perayaan Imlek sejak tahun 2019 silam. Selama dua tahun karrna aturan PPKM saat pandemi Covid-19, bagi-bagi angpao tidak dilaksanakan.

Begitu panitia selesai menghitung mundur, sontak puluhan anak yang sejak awal berjajar rapi lari berhamburan menuju amplop-amplop yang bergantungan. Dalam waktu singkat, amplop merah berisi uang pecahan Rp5.000, Rp50.000 hingga Rp100.000 habsi diambil anak-anak.

Salah stau anak yang ikut berebut angpao, Devira Adelia Eka Putri mengaku sangat senang bisa mendapatkan angpao. "Tadi ambil angpao. Seneng belum dibuka. Enggak tahu buat apa, buat jajan. Tadi dapat lima angpao, asik banget tapi tadi sempat kejepit-jepit," ujar Devira senang, Minggu (22/01).

"Dalam rangka menyambut Imlek, pemuda setempat (Pandekluwih) sudah beberapa kali menggelar acara ini. Kita mengompakkan teman-teman seperti dulu agar menjadi lebih meriah. Bentuk acaranya bagi-bagi angpao. Totalnya banyak. Seribuan amplop kurang lebih. Kami patungan sukarela, terus amplopnya digantung," tutur Muhammad Azis Sudrajat, Ketua Pemuda Tionghoa Kota Purworejo.

Ia mengatakan bahwa, ide awal berebut angpao ini datang dari obrolan para pemuda ketika nongkrong bareng. "Supaya Imlek meriah, asik. Ide awalnya datang dari teman-teman nongkrong untuk mengisi peringatan Imlek sekitar tiga atau empat tahun lalu," tambah Muhammad Azis.

Panitia memberikan syarat khusus bagi anak-anak yang ingin ikut berebut angpao tahun ini. Mereka wajib mengenakan baju berwarna merah, warna yang identik dengan Imlek. Tujuannya agar suasana perayaan Tahun Kelinci ini terasa kental. Warga berencana tradisi inu akan diadakan tiap tahun saat pergantian tahun baru Tiongkok.

66