Home Kesehatan Kepala BKKBN: Angka Gangguan Mental Remaja di Aceh dan Yogya Paling Tinggi

Kepala BKKBN: Angka Gangguan Mental Remaja di Aceh dan Yogya Paling Tinggi

Yogyakarta, Gatra.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh memiliki prevalensi tinggi untuk remaja dengan gangguan emosi.

"Kasus gangguan emosi pada remaja, yang disebut 'setengah kopling' di DIY dan Aceh paling tinggi, yakni 7 per seribu penduduk," kata Hasto, Senin (23/1), yang juga kader PDIP saat menghadiri acara PDIP di Kota Yogyakarta.

Mengutip data yang ada, Hasto menerangkan kondisi ini mencapai 6,9 persen pada 2013 menjadi 9,8 persen di 2018.

Remaja dengan gangguan mental itu memiliki ciri sulit diajak bekerja, diserahi tanggung jawab seenaknya sendiri, dan sering bolos.

"Kalau diskusi mau menang sendiri. Ada yang model begini bikin kacau situasi. Ada kondisi mental emotional disorder. Di Kulonprogo setiap 100 ada 4-5 orang yang alami hal ini. Kalau diberikan pekerjaan tidak selesai," kata mantan Bupati Kulonprogo ini.

Menurutnya, orang dengan mental emotional disorder ini kerap membuat jengkel. Dia mencontohkan, semisal di arisan PKK, orang tersebut selalu bercerita tentang dirinya.

"Semua hal disampaikan soal anaknya, suaminya, dan dirinya. Kalau ada yang seperti ini sulit diatur," lanjutnya.

Jika tanpa penanganan terpadu, Hasto menegaskan keberadaan remaja dengan kondisi ini akan mempercepat jumlah remaja yang terlibat napza, klitih, dan ODGJ.

Hasto menyatakan pihaknya dan masyarakat harus bergotong royong mengatasi kondisi gangguan mental di Indonesia agar kualitas kesehatan hidup masyarakat lebih baik.

"Ini penting menjadi perhatian agar adanya bonus demografi Indonesia bisa benar-benar mewujudkan target pencapaian Indonesia Emas pada 2045,"katanya.

Menurutnya, langkah parenting atau pola pengasuhan anak yang baik disertai gizi yang cukup penting diberikan.

"Penciptaan kondisi lingkungan sosial, keberadaan jamban bersih, lokasi septik tank berjarak cukup dengan sumber air (sumur) antar rumah tangga, atau ada IPAL bersama di perkotaan sangat penting," tutupnya.

 

123