Home Ekonomi Sudah Impor Harga Beras Tak Kunjung Turun, Begini Respons Wapres

Sudah Impor Harga Beras Tak Kunjung Turun, Begini Respons Wapres

Jakarta, Gatra.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin buka suara ihwal harga beras yang masih tinggi meskipun importasi telah dilakukan oleh Bulog. Menurutnya, kenaikan harga beras saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor dalam dan luar negeri.

"Soal harga beras naik itu yang pasti dampak dari krisis pangan global yang memang naik, BBM (bahan bakar minyak) naik juga. Jadi dampak itu tentu akan berpengaruh," ujar Ma'ruf usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian di Hotel Bidakara, Jakarta (25/1).

Wapres pun meyakini bila produksi beras di dalam negeri pada 2022 sebenarnya mencukupi alias surplus. Sehingga menurutnya impor beras yang dilakukan Bulog semata-mata hanya sebagai antisipasi dan cadangan. "Jadi yang dilakukan itu untuk jaga-jaga saja kalau terjadi apa-apa," ucapnya.

Baca Juga: Target Investasi Indonesia Rp1.400 Triliun Pada 2023 Dinilai Berat, Ini Alasannya

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersikukuh bahwa produksi beras pada 2022 lalu surplus. Keyakinan itu didasari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat produksi beras tahun lalu mencapai 55,44 juta ton. Padahal Kementan menargetkan produksi beras 54,42 juta ton. "Data kita cuma satu, data BPS. Jadi bukan data Kementan," imbuh Syahrul.

Menyitir data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, harga rata-rata beras medium secara nasional per tanggal 25 Januari 2023 sebesar Rp11.500 per kilogram atau naik 2,68% dibandingkan harga pada 2 Januari 2023, yakni sebesar Rp11.200 per kilogram.

23