Home Nasional Menteri PPPA: Patriarki Jadi Tantangan Bangsa

Menteri PPPA: Patriarki Jadi Tantangan Bangsa

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan bahwa budaya patriarki masih menjadi tantangan di masa kini. Menurutnya, hal itu harus segera diatasi agar perempuan bisa mendapat kesempatan yang sama.

"Salah satu tantangan yang masih menjadi PR besar bangsa ini adalah mengakarnya konstruksi sosial patriarki yang telah menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari laki-laki," ujarnya saat memberi sambutan dalam acara Gatra Citra Perempuan Indonesia di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Kamis (23/2).

Bintang menyatakan bahwa perempuan harus mampu mendapat akses yang setara. Ini termasuk akses pendidikan, kesehatan, serta berbagai hal yang mampu memberdayakan perempuan.

"Langgengnya paham patriarki selama bertahun-tahun tidak hanya memarjinalkan peran perempuan melainkan juga memutus perempuan dari berbagai akses yang sangat mempengaruhi kualitas hidup perempuan," lanjutnya.

Baca Juga: Gatra Citra Perempuan Indonesia Kembali Digelar Tahun Ini

Namun, Bintang menyatakan Indonesia melalui Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur adanya kesetaraan baik bagi perempuan maupun laki-laki. Posisi perempuan dan laki-laki dianggap sama dan tidak dibedakan.

Adanya peraturan tersebut harus dibarengi dengan penerapan secara nyata. Bintang pun meminta seluruh pihak mampu menunjukkan penegakan aturan sehingga perempuan bisa mendapat ruang.

"Ketika kita bicara masalah regulasi kebijakan terhadap perempuan dan anak, sudah luar biasa banyak. Tapi mendarat ke masyarakat ini menjadi PR yang harus kita selesaikan," akunya.

Bintang juga menuturkan bahwa aspek kesetaraan, keadilan, dan inklusif menjadi unsur yang diutamakan dalam sektor pembangunan. Hal ini termasuk dalam mendengarkan dan mengakomodasi suara perempuan.

Baca Juga: Daftar 14 Pemenang Gatra Citra Perempuan Indonesia

"Semua potensi perempuan tanah air tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelibatan perempuan dalam menyuarakan dan pengambilan keputusan juga menjadi hal penting untuk mewujudkan kesetaraan gender," jelasnya.

Bintang mendorong sinergi dan kerja sama seluruh pihak diperlukan untuk memberantas kesenjangan gender yang masih dialami berbagai perempuan. Untuk itu, ia meminta penerapan regulasi yang sudah ada harus bisa dilakukan dengan serius.

"Ini sangat diperlukan dalam membumikan kesetaraan gender, memastikan kebijakan atau peraturan perlindungan perempuan benar-benar menyasar secara tepat dan terus menciptakan perempuan berdaya," pungkasnya.

48