Home Ekonomi Kredit Macet Rendah, Teten Sebut BRI Paling Banyak Salurkan KUR

Kredit Macet Rendah, Teten Sebut BRI Paling Banyak Salurkan KUR

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki berharap bank-bank milik BUMN (himbara) lebih banyak menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, menurut Teten bank-bank himbara mempunyai permodalan yang cukup besar.

"Kita dorong untuk salurkan (KUR) klaster," kata Teten saat ditemui di Kemenkop UKM, Jakarta, Rabu (12/4).

Teten membeberkan, saat ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bank himbara yang paling banyak mendanai UMKM untuk masuk dalam rantai pasok. Hal itu seiring dengan resiko kredit macet BRI yang relatif lebih rendah.

Baca juga: Menteri Teten Minta OJK Wajibkan Perbankan Permudah Akses KUR untuk UMKM, Ini Alasannya

Diketahui, saat ini Kemenkop UKM tengah mengejar realisasi pembiayaan KUR Klaster berbasis rantai pasok kepada UMKM. Teten menyebut, melalui KUR Klaster, pelaku UMKM bisa mengakses permodalan dengan plafon hingga Rp500 juta. Adapun KUR Klaster berbasis rantai pasok, kata Teten mampu menghubungkan UMKM ke dalam rantai pasok industri.

Menurut Teten, terhubungnya UMKM dengan industri membuat kepastian pasar semakin jelas. Hal itu, kata Teten dapat menurunkan risiko adanya kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) oleh pelaku UMKM dalam pengembalian modal KUR.

"Nah dengan KUR klaster berbasis rantai pasok ini artinya risiko NPL-nya kan bisa lebih berkurang," jelasnya.

Baca juga: Belajar dari Jepang dan Korsel, Menteri Teten Ungkap Terobosan Dongkrak Penyaluran KUR kepada UMKM

Deputi Bidang Usaha Mikro, Yulius mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pilot project KUR Klaster berbasis rantai pasok di sejumlah wilayah. Yulius mengakui saat ini jumlah UMKM yang terhubung rantai pasok industri baru sekitar 7 persen. Sementara tahun 2024 ditargetkan jumlahnya dapat meningkat mencapai 10 persen

Adapun saat ini, Yulius menyebut nilai KUR Klaster berbasis rantai pasok yang telah disalurkan oleh sembilan perbankan penyalur telah mencapai Rp538 miliar. KUR tersebut telah disalurkan kepada 50 klaster dengan anggota 5.310 UMKM.

"Secara total kita akan mengekspektasikan (KUR klaster berbasis rantai pasok) mencapai Rp1,34 triliun kepada 117 klaster dengan anggota klaster sebanyak 15.776 UMKM," imbuh Yulius.

189