Home Regional BPBD Jawa Timur Kerahkan 'Agen Bencana' Guna Pastikan Arus Mudik-Balik Kondusif

BPBD Jawa Timur Kerahkan 'Agen Bencana' Guna Pastikan Arus Mudik-Balik Kondusif

Jakarta, Gatra.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengerahkan jaringan relawan se-Jawa Timur melalui 'Agen Bencana' dalam mendukung upaya pemantauan arus mudik-balik libur Lebaran 1444 H.

Salah satu anggota Agen Bencana Slamet Famiru mengungkapkan bahwa fungsi dari kehadiran agen ini ialah sebagai garda terdepan dalam asesmen dan pelaporan sehingga potensi risiko dan dampak bencana dapat diminimalisir.

"Sifat dan hakikat dari gerak operasi Agen Bencana ini adalah selalu lebih dulu, khususnya dalam asessment dan pelaporan sehingga langkah yang akan dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta bantuan yang diberikan tepat sasaran," ungkap Slamet dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra pada Jumat (28/4).

Kemudian Slamet menjelaskan bahwa terdapat sekitar 70 anggota Agen Bencana yang tersebar pada seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur.

"Masing-masing kota/kabupaten telah ditetapkan dua orang untuk melakukan pemantauan dan mobilisasi," ujarnya.

Baca juga: BMKG Minta Wisatawan di Banten Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter

Terbatasnya jumlah anggota tidak menjadi kendala bagi para Agen Bencana dalam melaksanakan tugas. Kerja sama, komunikasi dan koordinasi para agen bersama otoritas daerah setempat membuat giat operasi pemantauan arus mudik-balik berjalan dengan baik.

"Walaupun hanya ada 2 orang agen dan 4 titik posko pemantauan di Banyuwangi, namun sebanyak 25 kecamatan tetap terjaring secara aktif melalui komunikasi yang kami jalin bersama organisasi perangkat daerah terkait," tutur Slamet.

"Komunikasi bersama tiga pilar terpenting, yakni TNI dan Polri dalam hal keamanan dan tanggap penanganan di lapangan serta pihak kecamatan yang paling mengetahui kondisi wilayahnya seperti apa," tambahnya.

Slamet juga menerangkan bahwa sejak giat operasi pemantauan arus mudik pada tanggal 19 April hingga saat ini (28/4), para agen didukung OPD kerap mengantisipasi cuaca ekstrem dan dampak kejadian bencana, seperti pohon tumbang yang menghambat akses perjalanan pemudik, peningkatan debit air, tanah longsor pada jalur yang melewati perbukitan maupun dekat tanah labil hingga ancaman gunung api menjadi perhatian yang sangat penting.

"Kami memastikan rambu maupun tanda evakuasi, rencana jalur alternatif serta segala kemungkinan lainnya kami betul-betul perhatikan," terangnya.

Baca juga: BMKG Sebut Ada Potensi Gelombang Laut Tinggi Saat Mudik Lebaran

Slamet kembali mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi tahun yang sangat kondusif bagi Banyuwangi dalam menyambut para pemudik.

"Syukurlah tidak ada bencana, tidak ada kepadatan kendaraan dan lancar semua, jika tahun lalu situasi kondusif didukung dengan adanya aturan yang membatasi para pemudik, tahun ini cukup istimewa karena kondisi normal, semua orang bisa mudik, namun situasi di lapangan dapat kami pertahankan dengan baik dan kondusif," jelas Slamet.

"Walau aman, kami tetap siaga," pungkasnya.

79