Home Gaya Hidup Setelah Tutup 2 Tahun, Galeri Indonesia Kaya Dibuka Kembali untuk Umum

Setelah Tutup 2 Tahun, Galeri Indonesia Kaya Dibuka Kembali untuk Umum

Jakarta, Gatra.com - Galeri Indonesia Kaya (GIK) kembali dibuka setelah vakum lantaran pandemi Covid-19. Berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8, GIK menjadi ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia bagi masyarakat umum dan tidak dipungut biaya.

Program Director GIK, Renitasari Adrian mengungkapkan bahwa kala pandemi Covid-19 menerpa pihaknya terus berusaha membuat dunia seni tanah air tetap bergeliat melalui kegiatan pertunjukkan seni virtual. Selain itu, masa-masa berat tersebut juga dimanfaatkan untuk merenovasi GIK.

“Kesempatan ini juga menjadi momen bagi kami untuk melakukan renovasi untuk mempercantik Galeri Indonesia Kaya agar bisa tampil dengan wajah baru yang memberi kesegaran dalam dunia kreatif seni pertunjukkan Indonesia,” jelasnya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta pada Jumat (12/5).

Lebih lanjut, Renita menjelaskan bahwa GIK menyediakan ruang pertunjukkan seni berupa auditorium di mana para pekerja seni dapat melakukan berbagai kegiatan seperti workshop, pertunjukkan tari, teater, dan monolog. Kemudian, juga pertunjukkan musik, apresiasi sastra, pemutaran film dan lainnya.

“Auditorium berkapasitas 150 orang ini didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis,” ujarnya.

Auditorium GIK, jelas Renita, dilengkapi dengan panggung sebesar 13x13 meter dengan tiga buah layar beserta proyektor utama 10.000 lumens. Didukung dengan proyektor 7000 lumens, sound system dengan audio power mencapai 5000 watt disertai moving LED.

Renita memaparkan, untuk dapat menggunakan semua fasilitas tersebut, masyarakat hanya perlu mengirimkan proposal program terkait kegiatan yang mengangkat tema keindonesiaan kepada tim GIK.

Proses kurasi serta pengaturan jadwal pementasan dan promosi akan ditangani langsung oleh tim internal untuk kemudian dipilih program-program yang memenuhi kriteria.

“Setiap pelaku seni memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan auditorium, baik untuk latihan maupun pertunjukkan,” tegas Renita.

119