Home Politik Anies Minta Kader PKS Tak Termakan Kampanye Negatif: Jangan Dibantah, Lawan dengan Pertanyaan

Anies Minta Kader PKS Tak Termakan Kampanye Negatif: Jangan Dibantah, Lawan dengan Pertanyaan

Yogyakarta, Gatra.com – Politisi yang didukung sebagai bakal calon presiden oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anies Baswedan, meminta seluruh kader PKS tidak termakan kampanye dan isu-isu pelabelan negatif.

PKS menjadikan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta  sebagai kunci kemenangan Pemilu 2024.

Hadir dalam Milad ke-21 PKS di Kota Yogyakarta, Kamis (18/5) siang, Anies menyatakan satu-satunya cara melawan kampanye pelabelan adalah dengan membuka ruang pembenaran dan dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan balik.

“Kita selalu menemukan orang-orang yang menyampaikan pelabelan. Capres yang diusung PKS (dilabeli) tidak bersahabat dengan minoritas, intoleran, dan menganut garis keras. Jangan dilawan. Katakan saja barangkali dia memang begitu,” katanya.

Anies menyarankan pendukungnya untuk bertanya ke pemberi label tersebut tentang contoh-contoh tindakan tersebut.

“Saya menjamin, dia tidak bisa memunculkan fakta atas pertanyaan itu. Jadi bukan kita membantah, tetapi biarlah yang bersangkutan menemukan jawabannya sendiri,” tegas Anies.

Langkah ini, kata Anies, sempat dilakukan usai Pilkada Jakarta. Dirinya tidak membantah berbagai tudingan dan fokus pada tugas gubernur. Baginya, pernyataan dibalas pernyataan akan menimbulkan debat panjang.

Tetapi jika pernyataan ditangkis dengan kenyataan, menurut dia, akan menguak fakta yang tersembunyi.

“Dalam bergerak nanti, jangan terlalu kita memikirkan pelabelan. Jangan dibantah, letakkan di samping. Maju dengan ide, gagasan, rencana. Dengan begitu kita mendorong percakapan jauh lebih baik,” ucapnya.

Anies juga meyakini para pemilih sekarang ini sudah terlatih karena menghadapi pemilu berkali-kali. Walaupun, kata dia, selalu muncul berita penyimpangan dalam pemilu.

“Namun sesungguhnya porsi terbesar adalah orang memilih apa yang diyakini sebagai afiliasi, apa yang diyakini sebagai misi, dan apa yang diyakini sebagai kebenaran,” lanjutnya.

Mengenai hasil berbagai survei, Anies meminta hal itu tak dijadikan referensi, melainkan sebagai substansi dengan mengambil pesan-pesan penting demi melakukan perubahan.

“Dari safari daerah, saya mendapatkan masyarakat menginginkan perubahan pada bidang lapangan kerja, biaya hidup, pendidikan, kesehatan sebagai hak paling mendasar. Mereka juga tidak ingin hukum ditegakkan dan tidak boleh tebang pilih,” kata Anies.

Sekretaris Jenderal DPP PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menyatakan wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY (JatiJaya) dengan 6,8 juta pemilih yang terbagi dalam 22 daerah pemilihan menjadi kunci kemenangan.

“Di sini ada basis daerah abangan, nasionalis, islami dan berbagai karakter lainnya. Dalam sistem memilih caleg dibandingkan parpol, harap hati-hati melakukan pendekatan ke masyarakat. Karena kemenangan di sini mempengaruhi suara di pusat,” jelasnya.

Dengan target memenangkan minimal satu kursi di satu dapil JatiJaya, Alhabsyi mengatakan dua lagi tugas kader partainya yaitu memenangkan jumlah pemilih dan memenangkan Anies sebagai presiden.

“Karenanya Pak Anies, kami tidak menuntut banyak-banyak. Kami hanya ingin Pak Anies jadi presiden. Seluruh kader sudah lapang dada dan siap menjadi infanteri meraih kemenangan,” tutup Alhabsyi.

104