Home Kesehatan Pencegahan Penularan Sifilis Pada Bayi Saat Kehamilan

Pencegahan Penularan Sifilis Pada Bayi Saat Kehamilan

Jakarta, Gatra.com - Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang berbahaya. Sifilis diketahui bisa menular dari ibu hamil ke bayinya.

Menurut WHO (World Health Organization), Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang mengakibatkan morbiditas dan mortalitas yang substansial. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual pada lesi yang terinfeksi, melalui transfusi darah, atau ibu hamil ke janinnya.

Wanita hamil yang mengalami sifilis dapat menularkan infeksi ini pada bayinya dan dapat menyebabkan terjadinya sifilis kongenital (sifilis bawaan lahir) pada bayi, gangguan perkembangan bayi, kelahiran prematur, bayi lahir mati, atau kematian bayi di dalam kandungan.

Yang dapat Anda lakukan adalah dengan menjalani pengobatan yang dianjurkan oleh dokter. Antibiotik yang diberikan oleh dokter dapat mencegah penularan infeksi pada bayi dan jika bayi sudah terinfeksi, antibiotik ini juga dapat mengatasi infeksi pada bayi Anda.

Setelah menjalani pengobatan, dokter spesialis kandungan Anda akan menganjurkan pemeriksaan darah ulang pada minggu ke 28-32 dan setelah melahirkan serta akan menganjurkan pemeriksaan USG secara teratur untuk memonitor perkembangan bayi Anda.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menganjurkan pasangan Anda untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan untuk mencegah infeksi berulang pada Anda. Luka di area kelamin Anda akan perlahan-lahan membaik dalam 3-6 minggu. 

41