Home Pendidikan Animo Tinggi, 33.516 Pendaftar Ikuti Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dan Kurikulum Merdeka Lewat MOOC Pintar

Animo Tinggi, 33.516 Pendaftar Ikuti Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dan Kurikulum Merdeka Lewat MOOC Pintar

Jakarta, Gatra.com - Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyelenggarakan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) angkatan II melalui MOOC (Massive Open Online Course) Pintar. Giat ini diikuti sebanyak 33.516 peserta mendaftar secara mandiri.

Kepala Pusdiklat Teknis, Mastuki, menyampaikan bahwa pelatihan secara online mandiri bersertifikat ini kembali dilaksanakan karena tingginya animo masyarakat untuk mengikuti.

"Pelatihan ini kali keempat dilaksanakan dalam dua bulan terakhir. Animo guru, kepala madrasah, pengawas, maupun dosen dan elemen masyarakat lain terhadap pelatihan ini sangat besar. Jika minggu kemarin peserta yang mengikuti 28.336 peserta, periode ini yang mengikuti lebih banyak lagi, yaitu 33.516 peserta. Itu menunjukkan pelatihan online mandiri ini sangat diapresiasi oleh masyarakat", tuturnya di Kantor Pusdiklat Teknis di Ciputat, Rabu (31/5/2023).

Mastuki mengapresiasi partisipasi peserta dalam mengikuti pelatihan PTK dan IKM angkatan II. Pihaknya akan terus memperbaiki layanan pelatihan yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan cepat.

"Saya mengapresiasi karena pelatihan ini basisnya adalah kemandirian peserta. Mereka harus mendaftar sendiri, belajar sendiri, ujian sendiri, dan unduh sertifikat sendiri. Semuanya dilakukan oleh peserta sendiri. Jadi, semua proses layanan akan kita buat secara mudah," kata Mastuki.

Mastuki menjelaskan pelatihan melalui MOOC Pintar ini sangat efektif karena bisa melibatkan peserta secara lebih massif dan lintas daerah. Pelaksanaan pelatihan dengan metode asynchronous ini memudahkan siapa saja untuk bisa mengikuti pelatihan.

"Melalui MOOC peserta bisa belajar kapan saja dan dari mana saja. Mereka bisa belajar secara fleksibel, yang penting tidak melewati tanggal yang ditentukan penyelenggara. Jadi tidak akan mengganggu tugas utama peserta," paparnya.

Mastuki mengungkapkan, pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang berminat mempelajari PTK dan IKM. Bukan hanya guru madrasah, tetapi juga terbuka bagi guru agama di sekolah umum, dosen, pengawas sekolah, pengawas madrasah, orang tua siswa, dan praktisi pendidikan serta siapapun yang tertarik bisa mendaftar.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi calon peserta menjadi indikasi bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

"Dari awal kita memang ingin membuat pelatihan yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat, user based learning. Dan kami sangat senang dengan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi karena bisa menjadi indikator bahwa pelatihan yang kita laksanakan bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah peserta yang mendaftar pelatihan PTK sebanyak 18.809 orang. Sementara yang mendaftar pelatihan IKM angkatan II sebanyak 14.707 orang. Kedua pelatihan ini dilaksanakan selama 12 hari, dari 31 Mei hingga 11 Juni 2023.

47