Home Politik Survei SRS: Salip Ganjar, Elektabilitas Prabowo Melesat di Jawa Timur

Survei SRS: Salip Ganjar, Elektabilitas Prabowo Melesat di Jawa Timur

Jakarta, Gatra.com - Survei politik Surabaya Research Syndicate (SRS) menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto di Jawa Timur melesat. 

Survei tersebut dilakukan pada 20 Mei - 30 Mei 2023 di 38 kabupaten/kota di seluruh provinsi Jawa Timur. Adapun populasi dari survei ini adalah seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Jawa Timur dan telah berumur minimal 17 tahun (memiliki e-KTP), dengan sampel sebanyak 1000 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (systematic random sampling).

Peneliti Surabaya Research Syndicate (SPS), Fishya Amina Elvin menyebut hasil Survei menunjukkan moritas publik sebesar 60,8% memilih seorang Capres (calon presiden), yang memiliki kapabilitas tinggi untuk memecahkan berbagai masalah nasional yang membebani rakyat.

Baca Juga: Survei IndoStrategi: Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres

 "Kami mendapatkan beberapa tokoh yang menjadi main public di Jawa Timur, hasil Survei menunjukkan nama Prabowo Subianto menjadi nama yang paling banyak disebut publik yakni sebanyak 24,9% responden, disusul Ganjar Pranowo sebanyak 15,8%, sementara Anies Baswedan hanya disebut spontan oleh 10,2% responden," ujar Amina dalam konferensi pers secara virtual, Ahad (4/6).

Survei dikerucutkan dengan 12 nama Capres, hasilnya tetap dipimpin oleh Prabowo Subianto sebesar 32,5%, disusul Ganjar Pranowo dengan angka 28,4%, dan Anies Baswedan sebesar 12,4%. Sementara untuk nama lainnya seperti Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, Erick Thohir, Mahfud MD, Sandiaga Uno, Khofifah, Airlangga Hartarto, Moeldoko, dan Muhaimin Iskandar masih disebut dengan angka yang tidak signifikan dari responden yang ada.

Baca Juga: Survei LSN: Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres Pemilu 2024

"Kami persempit kembali simulasi Pilpres menjadi tiga nama yakni Prabowo, Ganjar, dan Anies, hasilnya Prabowo tetap mendapatkan angka tertinggi, yakni 43,5%, disusul Ganjar Pranowo 38,5%, Anies Baswedan di angka 12,8%," sebutnya.

Bahkan, saat simulasi Capres dipersempit hanya dua nama yakni Prabowo dan Ganjar, Amina menyebut elektabilitas Prabowo tetap tertinggi yakni 48,2%, Ganjar sebesar 39,3%.

"Sisanya 12,5% responden lainnya memilih tidak menjawab," ungkapnya.

Amina membeberkan dalam Survei SRS ihwal nama Cawapres (Calon Wakil Presiden) pendamping Prabowo, nama Erick Thohir memimpin di peringkat pertama. Sebanyak 18,2% responden memilih Erick Thohir sebagai Cawapres pendamping Prabowo. 

Selain itu, nama Mahfud MD menyusul di peringkat kedua sebesar 17,1%, Khofifah dengan angka 16,5%, dan Muhaimin Iskandar sebesar 15,1%.

"Muncul nama Erick Thohir, Mahfud MD, Khofifah dan Muhaimin menjadi empat tokoh nama tertinggi mendampingi Prabowo," jelasnya.

Baca Juga: Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Subianto Unggul dari Anies

Amina menuturkan, hasil survei SRS juga menunjukkan bahwa secara keseluruhan Provinsi Jawa Timur akan tetap menjadi battle-ground yang sengit antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan. 

Jika Pemilu dilakukan saat ini sebanyak 18,2% responden mengaku akan memilih PDI Perjuangan dan 17,8 % memilih PKB. Namun demikian, Partai Gerindra dan Partai Perindo mengalami peningkatan elektabilitas yang paling signifikan dibandingkan partai-partai lainnya.

Adapun mengenai elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024, Amina menyebut hasil survei SRS kali ini menunjukkan bahwa Partai Gerindra dan Partai Perindo mengalami peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan dibandingkan perolehan suara mereka pada Pemilu 2019. 

Jika saat ini dilaksanakan Pemilu, sebanyak 14,2% responden mengaku akan memilih Partai Gerindra dan 5,2% menyatakan pilihannya pada Partai Perindo.

Padahal, pada Pemilu 2019 Partai Gerindra memperoleh suara sekitar 11,2%, sedangkan Partai Perindo baru dipilih oleh sekitar 2,3% masyarakat Jawa Timur.

"Dengan demikian Partai Gerindra dan Partai Perindo sama-sama mengalami peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan dan akan menjadi partai yang diperhitungkan dalam dinamika politik di Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.

230