Home Internasional Penyelidikan Nord Stream Temukan Jejak Ledakan dari Kapal Pesiar

Penyelidikan Nord Stream Temukan Jejak Ledakan dari Kapal Pesiar

Berlin, Gatra.com – Otoritas Jerman menemukan jejak bahan peledak bawah laut dari sampel yang diambil di kapal pesiar yang dicurigai --mungkin telah digunakan untuk mengangkut bahan peledak, untuk meledakkan pipa gas Nord Stream.

Dewan Keamanan PBB menyatakan dalam sepucuk surat dilayangkan ke Swedia dan Denmark, dikutip Reuters, Selasa (11/7).

Serangkaian ledakan yang tidak dapat dijelaskan itu menghantam pipa Nord Stream 1 dan 2, yang menghubungkan Rusia dan Jerman di bawah Laut Baltik pada September lalu, di zona ekonomi eksklusif Jerman, Swedia, dan Denmark.

Baca Juga:  CIA Mengetahui Rencana Ukraina Meledakkan Pipa Gas Nord Stream

Ketiga negara masing-masing melakukan penyelidikan terpisah dan mengirim pembaruan - dilihat oleh Reuters - menjelang pertemuan 15 anggota Dewan Keamanan pada hari Selasa yang diminta oleh Rusia --mengeluhkan bahwa mereka tidak diberi tahu tentang penyelidikan tersebut.

“Tidak ada investigasi yang diselesaikan dan pada titik ini, masih belum mungkin untuk mengatakan kapan itu akan selesai. Sifat tindakan sabotase belum pernah terjadi sebelumnya dan penyelidikannya rumit,” tulis ketiga negara dalam surat bersama, tertanggal Senin, yang mencakup pembaruan pada setiap penyelidikan.

Surat bersama itu mengatakan Jerman telah menyelidiki si penyewa kapal layar yang mencurigakan, yang telah disewa dengan cara untuk "menyembunyikan identitas penyewa yang sebenarnya." Jerman juga masih menyelidiki jalur kapal yang tepat.

Baca Juga: Gas dari Pipa Nord Stream 2 Rusia Bocor ke Laut Baltik

"Diduga kapal tersebut mungkin digunakan untuk mengangkut bahan peledak yang meledakkan pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2," kata surat itu tentang penyelidikan Jerman. 

"Jejak bahan peledak bawah laut ditemukan dalam sampel yang diambil dari kapal selama penyelidikan," tambahnya.

“Menurut penilaian para ahli, ada kemungkinan bahwa penyelam terlatih dapat memasang bahan peledak di titik-titik di mana kerusakan terjadi pada pipa gas Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang diletakkan di dasar laut pada kedalaman sekitar 70 hingga 80 meter,” bunyi pernyataan dalam penyelidikan Jerman.

Moskow menuduh Barat berada di balik ledakan itu. Pemerintah Barat telah membantah terlibat seperti halnya Ukraina, yang memerangi pasukan Rusia yang menginvasi pada Februari 2022.

Rusia pada bulan Maret gagal menyimpulkan kasus itu sehingga membuat Dewan Keamanan PBB meminta penyelidikan independen terhadap ledakan Nord Stream.

Baca Juga: Moskow Tuduh Intelijen AS Kendalikan Bocornya Pipa Nord Stream

"Pada titik ini tidak mungkin untuk menetapkan identitas para pelaku dan motif mereka, terutama mengenai pertanyaan apakah insiden itu diarahkan oleh negara atau aktor negara," kata surat itu tentang penyelidikan Jerman.

99