Home Hukum TPNPB OPM Sebut Ini pada Pekerja Bangunan Puskesmas Kepala Air Papua

TPNPB OPM Sebut Ini pada Pekerja Bangunan Puskesmas Kepala Air Papua

Papua, Gatra.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan terhadap 22 pekerja bangunan Puskesmas Kepala Air, Kabupaten Puncak, Papua, pada 19 Oktober 2023. Akibat serangan itu, seorang pekerja tewas, dua sekarat terkena panah dan 19 orang selamat.

Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, mengatakan, penyerangan dan pembunuhan terhadap pekerja Puskesmas Kepala Air itu karena mereka itu diketahui sebagai intelijen yang disusupkan TNI Polri.

“Mayoritas para pekerja itu intel, susupan TNI Polri. Datanya akurat sehingga kami serang. Hasilnya satu meninggal, dua sekarat dan sisanya mengalami luka serius,” tegas Sebby Sambom kepada Gatra.com pada Jumat (20/10).

Labbih lanjut Sebby menyebutkan, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan pemerintah Indonesia dilarang membangun apapun, baik sekolah, Puskesmas atau lainnya di wilayah yang diklaim sebagai daerah perang. Papua baru akan dibangun setelah merdeka.

Adapun wilayah tersebut adalah Puncak Jaya, Tembagapura, Timika, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Sorong Maybart, Yakuhimo, Puncak Papua, Fak Fak, dan Ndugama.

“Sudah berulangkali kami ingatkan, pemerintah Indonesia jangan membangun apapun diwilayah tersebut. Ini karena tujuan membangun itu hanyalah trik, taktik menyusupkan agen, intelijennya sebagai mata-mata untuk TPNPB OPM. Karena itu apapun yang dibangun, kami akan serang dan bunuh para pekerjanya,” katanya.

Sebby menyebutkan, selain dilarang membangun, juga semua pesawat Indonesia dilarang beroperasi di wilayah tersebut. “Kami sudah ingatkan berkali-kali. Prajurit TPNPB OPM sudah siaga menembak pesawat yang melintas atau mendarat di wilayah tersebut. Ini peringatan serius. Kami tidak main-main ,” jelas Sebby.

Kepada warga pendatang, Sebby minta segera tinggalkan wilayah tanah Papua. Perintah ini juga ditujukan kepada warga asli Papua yang disusupkan TNI Polri sebagai agen atau mata-mata.

“Kepada mereka kami minta segera angkat kaki, kalau masih mau selamat. Karena data-data semuanya sudah ada di kami. Tinggal waktu yang tepat untuk diekseksi,” katanya.

TPNPB OPM, kata Sebby, juga sudah diperintahkan untuk membakar kantor, sekolah, dan lainnya hasil pembangunan pemerintah Indonesia.

“Kami sudah perintahkan untuk membakar. Kaena itu kami minta tidak ada yang coba lawan saat eksekusi. Jika nekat akan ditembak mati,” kata Sebby.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Faizal Ramadhani, membenarkan sebanyak 22 pekerja bangunan Puskesmas Kepala Air di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, diserang dan dianiaya oleh Kelompok Bersenjata yang diduga Tentara Pembebasan Nasional atau TPNPB wilayah Kepala Air pada Kamis (19/10/2023), pukul 15.00 WIT. Akibat serangan itu, seorang pekerja tewas, dua terkena panah, dan 19 orang selamat.

“Penyerangan itu dilakukan Kamis siang, 19 Oktober 2023. Seorang tewas ditembak, dua sekarat terkena panah, 19 orang lainnya selamat,” kata Kombes Faizal Ramadhani (20/9).

Menurut Kombes Faizal, korban meninggal dan terluka karena panah sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Puncak. Sedangkan 19 pekerja yang selamat diamankan di Kepolisian Sektor (Polsek) Puncak.

“Kami lagi melakuka penyelidikan minta keterangan para korban untuk identifikasi pelakunya, dan akan kami proses penegakan hukum terhadap kelompok Kepala Air ini,” kata Kombes Faizal. 

12799