Home Hukum Kapolri Sebut Konflik Israel-Palestina Dapat Membangkitkan Sel-sel Teroris

Kapolri Sebut Konflik Israel-Palestina Dapat Membangkitkan Sel-sel Teroris

Jakarta, Gatra.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat Indonesia waspada di tengah perang Israel dan Palestina. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah itu diyakini bisa membangkitkan sel-sel teroris.

"Beberapa waktu lalu dampak dari perang Israel-Palestina tentunya juga membangkitkan sel-sel yang terafiliasi dengan teroris dan mau tidak mau kita tentunya harus waspada," kata Sigit di Hotel The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (1/11).

Eks Kabareskrim Polri ini menyebut Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap 59 tersangka teroris sepanjang Oktober 2023. Listyo memastikan Korps Bhayangkara akan mengambil langkah penegakan hukum terhadap puluhan pelaku teror tersebut.

"Ini semua menjadi bagian yang harus kita rencanakan, kita persiapkan. Sehingga, seluruh tantangan yang muncul, seluruh masalah yang muncul dari tahapan pemilu, eskalasi global yang kemudian terdampak ke dalam situasi dalam negeri dan berbagai macam kebijakan pembangunan harus kita kawal. Semuanya harus berjalan," ujarnya.

Sebanyak 40 tersangka teroris dari 59 yang ditangkap merupakan kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD). Mereka diketahui hendak menyerang aparat keamanan untuk menggagalkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Para pelaku teroris itu meyakini pesta demokrasi adalah maksiat yang harus digagalkan. Kapolri memastikan akan mengamankan pemilu dari segala gangguan, bukan hanya dari pelaku teroris saja namun juga atas adanya perbedaan pendapat dan polarisasi antar masyarakat yang menimbulkan kericuhan.

"Tentunya bagaimana kita bisa menjaga dalam situasi perbedaan pendapat karena perbedaan pilihan ini tidak mmbuat kondisi di lapangan kondisi masyarakat menjadi panas. Panasnya saya kira biar di TV, biar di media sosial tapi di lapangan harus dingin, yang namanya persatuan dan kesatuan harus kita jaga," ungkap jenderal bintang empat itu.

Listyo meminta literasi dan edukasi di media sosial harus terus dilakukan. Dia memastikan pihak yang melakukan polarisasi dan ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) akan diberikan peringatan. Bila masih melakukan perbuatan tersebut dipastikan akan dikenakan pidana.

"Saya kira itu langkah yag harus kita lakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi modal syarat utama untuk pembangunan menuju visi Indonesia emas 2045," ucapnya.

Hal ini disampaikan Listyo dalam Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) untuk pengamanan Pemilu 2024. Total ada 569 orang anggota Polri hadir dalam apel ini. Terdiri dari 27 orang Pejabat Utama Mabes Polri, 34 orang Kapolda, 508 Kapolres.

Kemudian, ada 20 orang narasumber internal. Yakni fungsi pembinaan empat satuan kerja, fungsi operasional lima satuan kerja, perwakilan Kapolda empat Polda, perwakilan Kapolres empat polres.

Lalu, ada tujuh narasumber eksternal. Yakni Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Ketua KPU Hasyim Asyari, Ketua DKPP Heddy Lugito dan Prof Rhenald kasali.

89