Home Gaya Hidup Desainer Yogyakarta Kembangkan Tenun Kain Kampung Jadi Outfit Elegan

Desainer Yogyakarta Kembangkan Tenun Kain Kampung Jadi Outfit Elegan

Yogyakarta, Gatra.com – Merek fashion asal Yogyakarta, Farah Button, memperkuat eksistensinya di Jakarta dengan menghadirkan koleksi terbarunya dari kain tradisional berupa kain wastra.

Delapan produk siap pakai Farah Button yang dihasilkan desainer Sutardi ditampilkan dalam pergelaran fashion show Spotlight Culture: Then And Now di Pos Bloc Pasar Baru Jakarta.

“Kami mengangkat tema Bangsawan Kampung untuk koleksi berbahan kain tradisional. Tema ini dipilih dengan semangat bahan-bahan wastra dari daerah bisa dikemas dalam outfit yang eksklusif dan elegan,” jelasnya, Selasa (22/11).

Tema ini memiliki pesan bahwa bahan-bahan tersebut adalah hasil karya ibu-ibu di perkampungan untuk kemudian dikenakan para pejabat. Sutardi mendapatkan bahan langsung dari perajin bahan tenun ikat di perkampungan Yogyakarta.

Sedangkan untuk motif tenun ikat, Sutardi mengaku terinspirasi motif asal Betawi ‘Pucuk Rebung” dan motif Jawa ‘Junjung Drajat’ yang kemudian dijadikan satu dalam bentuk tenun.

“Ini belum pernah ada dalam bentuk tenun dan pengerjaannya memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa. Proses pembuatan bahan sepanjang 100 meter memakan waktu dua bulan. Proses jahit yang relatif kilat dalam dua minggu juga menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Untuk pembuatan pola dan menjahit pun, Sutardi juga kerap turun tangan langsung. Ia mengerjakan dan memastikan setiap detailnya karena penggunaan tenun ikat juga terhitung baru.

Penerapan wastra dalam koleksi Farah Button ini merupakan yang kedua kalinya. Farah Button melakukan debut koleksi wastra pada Jogja Fashion Week 2023.

“Lewat wastra, Farah Button ingin turut andil melestarikan budaya Indonesia, termasuk go international. Kain tenun yang digunakan juga tidak asal-asalan. Kami memprioritaskan tenun yang halus, lembut, dan bahannya adem,” ujarnya.

Farah Button merupakan merek lokal fashion asal Yogyakarta yang melibatkan 300 orang yang tergabung dalam sejumlah UMKM konveksi. Merek ini berdiri sejak 2016 dan memiliki 10 gerai di Yogyakarta, Bali, dan Tegal.

102