Home Politik Tudingan PKS soal Gimik Gemoy Prabowo Dinilai Bentuk Kepanikan

Tudingan PKS soal Gimik Gemoy Prabowo Dinilai Bentuk Kepanikan

Jakarta, Gatra.com - Sebutan gemoy yang melekat pada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menjelang pemilihan presiden atau pilpres 2024 mendapat tanggapan positif dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Koordinator Pergerakan Milenial Nusantara (PERMANA) Wildan Ghozy Fawwaz.

Menurut Wildan, sebutan gemoy yang berarti menggemaskan untuk Prabowo Subianto merupakan bukti kecintaan dari para pendukungnya untuk sosok pemimpin yang diidolakan selama ini.

"Anak muda itu suka terhadap pemimpin yang berwibawa seperti Pak Prabowo, tapi juga punya selera humor tinggi dan santuy. Karena politik jangan melulu soal ketengangan yang dikedepankan, namun kebersamaan terus rawat.

Ini terlihat dari sikap Pak Prabowo yang segemoy dan menganggap semua kawan maupun lawan adalah keluarga," ujar Wildan dalam keterangannya yang diterima pada Selasa (28/11).

"Saya rasa buka hanya soal gemoy yang ada pada diri Pak Prabowo, tapi visi, misi, dan program saya rasa unggul dari kandidat lain," tambahnya.

Wildan yang juga Wakil Presiden Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta (2020-2021) turut menyentil PKS yang merasa prihatin soal istilah gemoy yang dianggap menjadi sekadar gimik politik dalam memenangkan Pemilu 2024.

"Cara PKS seperti ini yang tidak sehat, harusnya mereka fokus kerja politiknya saja, tak perlu urus kandidat lain yang sudah mapan dan bermartabat dalam berpolitik, jangan seperti jagoannya yang hanya lip service, dan membabi buta, hantam sana hantam sini, itu tidak baik dalam berdemokrasi," tegasnya.

Masih kata Wildan, PKS dan koalisinya mulai menunjukkan kepanikan terhadap elektabilitas calon diusungnya yang masih rendah dan kalah jauh dari Prabowo-Gibran dari berbagai survei terakhir.

"Mari hadapi kontestasi Pilpres 2024 dengan penuh sukacita, optimisme, dan hindari sifat dengki yang dapat memecah belah bangsa," ucap Wildan

Wildan juga turut mengapresiasi sikap santai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Rosan Roeslani yang menanggapi enteng sindiran PKS itu.

"Salut dengan sikap keteladanan dari Ketua TKN Prabowo-Gibran yang memperlihatkan kedewasaan dalam berdemokrasi, dengan tetap menunjukkan kesantunan terhadap pihak-pihak yang menyerangnya," jelas Wildan.

Diberitakan sebelumnya, Rosan menyebut, ide penggunaan narasi gemoy tidak digagas oleh TKN Prabowo-Gibran, tetapi muncul secara organik di masyarakat. Rosan enggan menanggapi lebih lanjut terkait sindiran politik gemoy dari PKS.

Ia hanya mengatakan bahwa Prabowo selalu berpesan agar menyebarkan pesan positif, transparan, dan fokus pada aspirasi anak muda.

"Ya kalau kita kan orang ada pandangan lain ya monggo saja silakan, negara demokrasi ya kan, silakan saja," kata Rosan saat ditemui awak media di Sekretariat TKN Pemilih Muda Prabowo-Gibran, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (26/11).

Menurut Rosan, sejak dulu sampai saat ini pihaknya tidak pernah menyebarkan berita bohong maupun mendefinisikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lain.

"Sekarang, dan saya yakinkan ke depannya kita tidak akan memberikan sesuatu yang hoaks, black campaign atau menjelekkan paslon lain," ujar Rosan.

242