Home Nasional Energi Terbarukan untuk Ibu Kota Nusantara

Energi Terbarukan untuk Ibu Kota Nusantara

Penajam Paser Utara, Gatra.com - Menjelang petang, belasan pekerja masih nampak menyelesaikan pekerjaannya. Beberapa diantaranya ada yang sudah merapikan perkakas yang ia gunakan. Lainnya, masih sibuk membopong panel surya yang akan segera dipasang. Aktivitas sibuk tersebut nampak di areal PLTS yang digadang-gadang akan mengaliri listrik sebesar 50 MW ke kawasan Ibu Kota Nusantara.

Berada di kawasan hutan tanaman industri yang ditanami tumbuhan berjenis cemara, areal terbuka untuk PLTS tersebut dikebut penyelesaiannya. Maklum, target mendesak untuk segera mengaliri listrik sebesar 50 MW harus segera selesai hingga tahun 2024. “Untuk mempercepat penyelesaiannya kami (PLN) buat dua tahap,” kata Lutfiari Erlianto, Project Manager Engineering Procurement Contruction ditemui di lokasi pembangunan PLTS, Jumat (24/11) lalu.

Ia mengatakan, untuk memenuhi target sebesar 50 WW, PLTS ini dibuat dengan dua tahap. Pertama sebesar 10 MW yang akan selesai sebelum pelaksanaan pemilu, yakni pada 14 Februari 2024. Tahap kedua, direncanakan selesai pada Juni 2024 sebesar 40 MW.

Aliran listrik ini, akan menyuplai langsung ke kawasan Ibu Kota Nusantara secara on-grid, artinya langsung menggunakan aliran listrik tegangan menengah. Diperkirakan masih kata Lutfiari kebutuhan listrik di Ibu Kota Nusantara mencapai lebih dari 190 MW. Untuk memenuhi kebutuhan setrum tersebut, akan disuplai oleh jaringan distribusi Kaltimra (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara).

Dijelaskan oleh Lutfiari, Jaringan Distribusi Kaltimra yang akan menyuplaikawasan Ibu Kota Nusantara menggunakan sumber energi terbarukan. Sebagaimana diketahui, Jaringan Distribusi Kaltimra memiliki beberapa sumber energi terbarukan, seperti PLTA, PLTU, dan PLTG. “Ini semua sebagai inisiatif 'green' dari PLN,” kata Lutfiari sembari menjelaskan, bahwa inisiatif green tersebut menghadirkan sumber energi baru dan terbarukan.

Sementara itu, Deputi bidang transformasi hijau dan digital, Otorita IKN, Prof. Ali Berawi memastikan, sebagai komitmen untuk menghadirkan smart and sustainable forest city, pada 2045 semua kebutuhan listrik di Ibu Kota Nusantara akan menggunakan energi terbarukan. “Targetnya, pada 2045 akan menggunakan renewable energy,” kata Ali Berawi lewat sambungan telepon.

Namun begitu, pemanfaatan energi listrik, jika sudah masuk pada jaringan distribusi, maka energi tersebut akan bercampur. Oleh karena itu, sangat memungkinkan sumber energi terbarukan akan bercampur dengan sumber energi yang lain, seperti batu bara. Sementara, Ibu Kota Nusantara akan memastikan 100% menggunakan energi terbarukan.

Maka kata Ali Berawi, sertifikasi akan diterapkan pada kawasan Ibu Kota Nusantara. Sertifikat yang dimaksud adalah Renewable Energy Certificate (REC), yakni sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kredibel internasional untuk memastikan penggunaan energi terbarukan di suatu kawasan.

Dalam pemanfaatan energi terbarukan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara sengat menyambut baik. Sebab, sejak beberapa tahun belakangan, Kabupaten Penajam Paser Utara juga telah memanfaatkan energi terbarukan, khususnya PLTS.

“Sejak 2013 kita pakai PLTS dengan sistem komunal,” Hendry Apriady, Pengendali Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Penajam Paser Utara kepada Gatra.com di kantornya di kawasan Pemerintahan Kabupaten Penajam Paser Utara. Diterangkan oleh Hendry penggunaan energi terbarukan sangat didukung sebab, pemanfaatan tenaga surya minim memiliki dampak terhadap lingkungan.

102