Home Internasional Puluhan Warga Sipil kembali Dibantai Israel di Hari ke 73 di Gaza

Puluhan Warga Sipil kembali Dibantai Israel di Hari ke 73 di Gaza

Gaza, Gatra.com – Puluhan warga sipil kembali dibantai dalam serangkaian serangan udara dan artileri Israel di Jalur Gaza, pada Senin (18/12).  Kampanye genosida Israel terus dilakukan di wilayah kantong tersebut selama 73 hari berturut-turut. Serangan Israel juga mengakibatkan kerusakan besar-besaran pada properti publik dan pribadi.

Wafa Palestina, Selasa (19/12) melaporkan, di Kota Gaza, sumber-sumber medis melaporkan banyak korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil Palestina menyusul penembakan artileri Israel, di sekitar Jalan Sahaba di lingkungan Daraj.

“Artileri dan pesawat tempur Israel juga membombardir lingkungan Shujaiya di Kota Gaza,” kata sumber tersebut. 

Selain itu, tank-tank Israel yang menyerang menembakkan gas air mata dan bom asap secara intensif di lingkungan Sheikh Radwan di kota tersebut.

Pesawat tempur dan tank Israel juga menargetkan beberapa rumah sakit di Kota Gaza dan wilayah utara Gaza, yang menyebabkan pembunuhan tragis terhadap ratusan pasien yang menjalani perawatan di fasilitas medis tersebut.

Baca Juga: Kejahatan Perang, Human Rights Watch Tuduh Israel Sengaja jadikan Warga Sipil Kelaparan di Gaza

Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menghancurkan departemen bedah Kompleks Medis Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza. Serangan tersebut mengakibatkan terbunuhnya sekitar dua puluh orang pengungsi, bersama dengan sisa korban luka dan pasien. Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara juga hancur setelah delapan hari pengepungan militer Israel.

Selain itu, beberapa orang tewas dan lainnya terluka ketika pesawat tempur Israel menargetkan sebuah rumah di lingkungan Al-Amal, sebelah barat Khan Yunis di Gaza selatan.

Beberapa minggu yang lalu, pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan Rumah Sakit Indonesia setelah blokade singkat, serta Rumah Sakit Mata dan Anak di sebelah barat Kota Gaza.

Para pejabat kesehatan mengkonfirmasi bahwa setelah hancurnya rumah sakit di Gaza utara, sebuah klinik kesehatan dibuka di Jabalia untuk menerima para martir dan menyelamatkan nyawa mereka yang terluka. Ratusan korban terus berdatangan di satu-satunya klinik di Gaza utara ini.

Agresi Israel di Jalur Gaza, baik dari darat, udara, dan laut, telah berlangsung selama 73 hari, mengakibatkan hilangnya lebih dari 19.000 nyawa secara tragis dan lebih dari 52.000 lainnya luka-luka. Mayoritas korban adalah warga sipil tak berdosa, termasuk hampir 8.000 anak-anak.
 

63