Home Regional Ada Pembatasan Pembelian Gula Pasir di Minimarket, Dinas KUKMP Purworejo: Stok Gula Cukup, Beli Saja

Ada Pembatasan Pembelian Gula Pasir di Minimarket, Dinas KUKMP Purworejo: Stok Gula Cukup, Beli Saja

Purworejo, Gatra.com - Toko modern Alfamart dan sebuah swalayan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah membatasi pembelian gula pasir. Satu konsumen hanya bisa membeli 1 Kg gula pasir dalam satu struk (sekali belanja).

Dari pantauan Gatra.com, Alfamart di Jalan Nasional Purworejo-Yogyakarta Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, hanya memajang beberapa gula pasir kemasan pabrik. Pembeli di mini market tersebut juga dibatasi hanya boleh membeli 1Kg.

"(Kebijakan) sudah lama, kira-kira sejak sebulan yang lalu, 1 orang 1 Kg. Harga per kilo gula pasir Rp16.000. Sebenarnya banyak yang tanya, tapi memang stoknya berkurang. Biasanya dapat 24 bungkus, sekarang hanya dapat separo, 12 bungkus kemasan 1 Kg," tutur Ardiyanto, karyawan toko tersebut.

Corporate Communication Alfamart, Eko Mujianto, saat dihubungi melalui aplikasi Whats App membenarkan adanya pembatasan pembelian gula pasir. "Terkait adanya pembatasan pembelian gula pasir di Toko Alfamart untuk wilayah Purworejo yaitu setiap 1 orang konsumen hanya dapat dilayani pembelian 1 bungkus, dikarenakan kondisi stock gula saat ini masih belum stabil," jelas Eko, Jumat (05/01).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Bahan Pokok Penting dan Metrologi (Perbamet) Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Purworejo, Yunita Dewi Onggowati mengatakan bahwa, stok gula pasir masih banyak dan tidak ada pengurangan. Dari perhitungan, jumlah kebutuhan masyarakat Kabupaten Purworejo rata-rata 14,42 ton.

"Jumlah stok di distributor gula pasir per 1 Januari 2024 masih 1.084,50 ton. Aman sampai tahun baru plus 7 (8 Januari), biasanya setiap Sabtu datang lagi. Saat kami melakukan operasi pasar kemarin, stok gula pasir juga masih banyak," tutur Ita saat ditemui di kantornya.

Ia menyebutkan, HET gula pasir Rp16.500-Rp 18.000 per kilogram sejak akhir tahun 2023 lalu. Harga tersebut sempat turun, namun kembali naik.

"Harga gula pasir naik karena harga bahan dasarnya (cairan tebu yang telah diolah) secara internasional memang tinggi. Apalagi di beberapa negara, ekspor bahan dasar gula dihentikan," kata Ita.

Selanjutnya, ia mengimbau agar masyarakat tidak usah risau dengan pembatasan pembelian gula pasir. "Masyarakat tidak perlu risau dengan pembatasan pembelian gula pasir. Karena stok masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu menimbun gula pasir. Jika ada toko atau minimarket yang stok gula langka, beli saja di pasar atau di toko tradisional di desa-desa (warung tetangga)," kata Ita.

296