Home Nasional UU Ciptaker Anggap Keluarga Hanya Sebagai Komoditas

UU Ciptaker Anggap Keluarga Hanya Sebagai Komoditas

Jakarta, Gatra.com - Tokoh perempuan pemerhati keluarga dan sosial Dr. Dinar Dewi Kania menyebut, UU Cipta Kerja mempunyai problem filosofis, moral, dan sosiologis yang berdampak pada meningkatnya kerentanan keluarga.

Hal ini Dinar katakan ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Terbuka "Dampak Sosial UU Ciptaker terhadap Ketahanan Keluarga" yang diadakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Kamis, (1/2).

Dinar menyebut, peraturan harus berlandaskan filosofis, moral, dan sosiologis yang berasal dari konsep Pancasila yakni Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ia menilai bahwa UU Cipta Kerja memiliki problem filosofis, moral, dan sosiologis yang memandang manusia dengan parameter kerja saja.

"Keluarga dengan UU ini dianggap sebagai pabrik komoditas saja. Termasuk kebijakan pendidikan kita sekarang menjadikan kampus-kampus itu hanya memproduksi pekerja," papar Dinar.

Ketika keluarga hanya berorientasi pada kesejahteraan materil, tanpa kesejahteraan imateril (jiwa), lanjut Dinar, maka akan terjadi penurunan nilai-nilai keluarga. Hal inilah yang kemudian meningkatkan kerentanan keluarga.

Oleh karena itu, Dinar menilai perlunya kebijakan yang menyeluruh dan ramah keluarga. Kebijakan yang juga mengedepankan dimensi imateril atau spiritual.

100