Home Politik Ganjar akan Bawa Hasil Blusukan di Pasar ke Debat Pilpres Kelima

Ganjar akan Bawa Hasil Blusukan di Pasar ke Debat Pilpres Kelima

Palembang, Gatra.com - Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo kembali blusukan ke pasar tradisional saat berkampanye di Palembang, Sumatera Selatan. Ganjar mengaku, selain mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung, blusukan ini sekaligus menjadi caranya mempersiapkan diri menghadapi agenda debat kelima yang akan diadakan Minggu (4/2) nanti.

Dalam kesempatan kali ini, Ganjar mengunjungi Pasar Palimo dan Pasar 16 Ilir untuk mengecek kondisi pasokan dan harga pangan di masyarakat.

“Oh pasti-pasti (akan dibawa ke debat Pilpres). Ketika kita berdebat itu enggak bisa kita hanya bicara konsep tanpa melihat fakta yang ada di lapangan,” ujar Ganjar saat ditemui di Pasar 16 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (2/2).

Selain sering blusukan ke pasar tradisional, Ganjar juga beberapa kali mengunjungi peternakan dan sawah warga. Dalam kunjungan itu, Ganjar mendapat sejumlah masukan terkait harga bahan yang mahal dan tidak stabil.

Ganjar mengatakan, kesulitan yang dihadapi pedagang, petani, dan kelompok lain di masyarakat akan menjadi salah satu materi yang ia bawa nanti dalam debat.

“Kita bicara tinggi-tinggi banget, wah harganya tinggi kita turunkan, problemnya ketemu kok,” kata Ganjar.

Selain mencatat keluhan masyarakat, Ganjar pun menerima sejumlah harapan dan doa dari para pelaku ekonomi yang ia temui. Dalam kesempatan itu, Ganjar pun menyampaikan komitmennya untuk memastikan harga bahan pokok yang murah untuk masyarakat.

“Terbayangkan enggak kalau pemerintah mengintervensi dengan cara apa beli saja banyak-banyak telurnya kasihkan untuk peningkatan gizi wabil khusus ibu hamil terus gizi buruk dan sebagainya. Itu udah paling gampang dan kita mampu melaksanakan itu. Pertanyaannya, kenapa kita tidak mau melakukan?” lanjut Ganjar.

Seperti yang diketahui, debat kelima antarcapres akan mengambil tema, Kesejahteraan Sosial, Pembangunan SDM dan Inklusi. Sementara, Sub tema debat meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, kesejahteraan sosial dan inklusi.

22