Home Milenial Indonesia Tak Dapat Untung Dari Transaksi dalam Gim

Indonesia Tak Dapat Untung Dari Transaksi dalam Gim

Jakarta, Gatra.com - Asosiasi Game Indonesia (AGI) memaparkan kondisi pasar gim di Indonesia. Menurutnya, setiap dana yang ditransaksikan langsung, masuk ke pengembang gim tersebut. Ini membuat pendapatan industri gim di Indonesia belum meningkat. 
 
"Kita itu banyak orang Indonesia yang main game, directly uangnya langsung keluar, kita enggak dapet apa-apa. Enggak ada perusahaan Indonesia yang dilewati sama sekali, jadi [pendapatan] bisnis kita enggak naik, pajak enggak dapet, duit kita keluar semua," ujar Ketua Umum AGI, Cipto Adiguno kepada Gatra.com, Rabu (7/8).
 
Ia menjelaskan, arus keluarnya uang tersebut, jika pemain melakukan pembayaran untuk mendapatkan benefit di dalam permainan, pihak developer yang akan mendapatkan keuntungan. Bahkan, keuntungan bisa mencapai 70% dari harga pembelian.
 
"Misalnya ada yang main Mobile Legend atau PUBG, beli skin harganya Rp100 ribu, Rp100 ribu itu, Rp30 ribu di antaranya masuk ke Google atau Apple, Rp70.000 itu langsung pergi ke Moontoon. Kita enggak dapet apa-apa, pajak ngga dapet. Perusahaan Indonesia enggak ada yang dapet sepeser pun dari duitnya, keluar semua," tuturnya.
 
Menurutnya, terdapat beberapa opsi yang harus dilakukan untuk menghalau keluarnya penambahan pendapatan tersebut. Salah satunya dengan cara membatasi gim dari luar negeri masuk ke Indonesia.
 
"Tapi itu kan ada hambatannya, coba bayangin, suatu hari tiba-tiba Mobile Legend enggak bisa main sama sekali, sampai bilang, kamu [Mobile Legend] enggak boleh jualan disini kecuali kamu bikin perusahaan. Orang pasti marah dong sama pemerintah kan, itu opsi kasar," katanya.
 
Ia berujar, opsi lain, pasarnya agar diperbesar di Indonesia. Mereka bersaing di luar negeri, maka gim sebenarnya banyak laku di luar. "Jadi kita lawan kebocoran duit kita dengan mengekspor produk kita ke luar,"sambungnya.
198