Home Gaya Hidup Terdampak Retakan Tanah, Satu Rumah di Cilacap Terpaksa Dirobohkan

Terdampak Retakan Tanah, Satu Rumah di Cilacap Terpaksa Dirobohkan

638

Cilacap, Gatra.com – Satu rumah di Dusun Kroya RT 01/3 Desa Limbangan Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hari ini, Senin (22/4), terpaksa dirobohkan lantaran rusak berat dan nyaris roboh akibat gerakan tanah dan retakan tanah yang muncul usai hujan lebat di wilayah ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majenang, Edi Sapto Prihono mengatakan gerakan tanah yang berujung pada munculnya retakan itu terjadi pada Minggu petang (21/4) kemarin. Retakan tanah dipicu hujan lebat yang melanda wilayah ini berhari-hari.

Dia menjelaskan, warga bersama dengan petugas BPBD merobohkan rumah lantaran sudah rusak parah dan berbahaya. Sebab, rumah semipermanen itu bisa roboh sewaktu-waktu dan membahayakan jiwa warga di sekitarnya.

“Ya, itu satu rumah. Sekarang menungsi di rumah tetangganya. Kita sudah mengirimkan BBR, bahan bangunan rumah, dan lain sebagainya dan logistik juga,” katanya, Senin (22/4).

Edi menjelaskan, penghuni rumah Darjo dan istrinya kini mengungsi di rumah tetangganya. Kerja bakti dilanjutkan dengan mendirikan rumah dengan bahan bangunan bantuan dari BPBD Cilacap dan warga sekitar. Diperkirakan, rumah bisa dihuni dalam jangka sepekan ke depan.

Edi mengemukakan, retakan tanah dipicu oleh hujan lebat dan kontur tanah yang memang miring. Tanah kemudian retak dan merusak pondasi sehingga rumah rusak dan nyaris roboh. Akibatnya, pemilik mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.

“Itu kemarin kan pemicunya kan hujan, terus kontur tanahnya, sehingga roboh. Yang jelas, faktor utamanya hujan deras itu jadi sekalian dirobohkan. Sebenarnya belum roboh, tapi karena membahayakan dirobohkan sekalian,” jelasnya.

Edi mengungkapkan, meski tak merusak rumah lainnya, dikhawatirkan retakan tanah itu meluas. Sebab, kontur tanah di wilayah Limbangan dikenal labil. Karenanya, ia meminta agar warga sekitar mewaspadai kemungkinan gerakan tanah atau retakan susulan. Sebab, curah hujan diperkirakan masih tinggi pada akhir April ini.

“Kami mengimbau agar warga mewaspadai kemungkinan retakan susulan. Untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujarnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS