Home Kesehatan Banyak Petugas KPPS Meninggal, Polresta Surakarta Terjunkan Tim Dokkes

Banyak Petugas KPPS Meninggal, Polresta Surakarta Terjunkan Tim Dokkes

495
Solo, Gatra.com -  Polresta Surakarta menerjunkan Tim Dokter Dan Kesehatan (Dokkes) untuk memeriksa kesehatan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan anggota TNI-Polri yang bertugas dalam rekapitulasi suara.
 
Hal ini dilakukan karena banyaknya kasus petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal pasca Pemilu.
 
Pemeriksaan  dilakukan di Solo Techo Park (STP), Jebres, yang menjadi tempat rekapitulasi tingkat PPK, Rabu (24/4). Polresta Surakarta menerjunkan empat petugas medis untuk melakukan pemeriksaan.
 
Wakapokresta Surakarta , AKBP Andy Rifai mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai antisipasi agar tidak ada lagi petugas pemilu yang mengalami penurunan kesehatan.
 
Baik dari unsur Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga anggota TNI-Polri yang berjaga mengamankan proses rekapitulasi. Pemeriksaan dilakukan mulai dari tekanan darah hingga pemeriksaan medis lainnya.
 
"Mereka sudah bekerja dalam kurun waktu lama, tenaganya juga terkuras. Makanya kita cek kesehatan, jangan sampai mereka kelelahan dan drop kondisinya," ucapnya saat ditemui di sela pemeriksaan kesehatan Rabu (24/4).
 
Cek kesehatan ini rencananya akan dilakukan secara berkala hingga masa rekapitulasi berakhir. "Kami pantau terus hingga rekapitulasi dan rapat pleno berakhir agar semua perangkat tetap sehat," ucapnya.
 
Dari hasil pemeriksaan mayoritas keluhan petugas adalah kelelahan. Sehingga para petugas hanya mendapatkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya.
 
"Rata-rata mereka kurang istirahat. Apalagi setiap harinya rekapitulasi dimulai dari pagi sampai tengah malam," ujar Andy.
 
Sementara itu Ketua PPK Jebres Murjioko mengatakan, sebelum pemeriksaan kesehatan dari Polresta Surakarta sudah ada pemeriksaan secara rutin pula oleh tenaga medis Dinas Kesehatan Kota Solo. "Dari pemeriksaan itu satu petugas PPK diminta istirahat karena tekanan darahnya tinggi. Dia kami minta bertugas kembali setelah kondisinya stabil," ujarnya.

Reporter: Rahma Novita
Editor: Hendry Roris Sianturi
 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS