Home Teknologi Kementerian PPPA Ajak Awasi Internet Sehat untuk Anak

Kementerian PPPA Ajak Awasi Internet Sehat untuk Anak

253


Pontianak, Gatra.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Workshop Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual Anak Melalui Media Online, Internet Aman untuk Anak, kepada orangtua agar bijak menyikapi anak-anak dalam penggunaan internet yang aman di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Osman, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (2/5).

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Mulyadi menyebutkan perlu meningkatkan kesadaran pengetahuan dan keterampilan agar anak dan generasi millenial mampu menggunakan internet dengan aman.

"Tak kalah pentingnya adalah pencegahan dampak negatif internet bagi anak-anak," ujarnya.

Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PPPA atas digelarnya workshop internet aman untuk anak di Kota Pontianak ini.

"Semoga kegiatan ini dapat membantu dalam mengatasi permasalahan penguatan internet pada anak-anak kita," ucapnya.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Korban Eksploitasi Kementerian PPPA, Agung Budi memaparkan, dari data-data yang masuk atau terlaporkan di kementerian, juga di Pemda, ternyata banyak hal dipicu oleh kebiasaan-kebiasaan bagaimana anak berinteraksi di internet. Sebagai contoh disebutkannya beberapa waktu lalu kasus di Pontianak yang bikin gempar, soal anak yang dianiaya.

"Salah satu pemicunya adalah karena media sosial," ungkapnya.

Internet, katanya menjadi fokus perhatian bersama.

Menurutnya, di internet sangat mudah bagi penggunanya untuk menerima dan terpapar beberapa informasi jika tidak benar, atau adanya konten-konten kekerasan yang juga sangat berpengaruh pada mental psikis anak-anak.

"Termasuk kecenderungan  permainan-permainan yang banyak diakses oleh anak-anak itu dengan mudahnya mereka bisa mengakses permainan atau game berbau kekerasan," terangnya.

Agung menilai di internet ada beberapa konten yang tidak layak untuk anak tetapi banyak juga yang bisa diakses oleh mereka secara bebas. Termasuk pula konten-konten akses pornografi.

Meskipun di satu sisi, pihaknya tetap akan bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, untuk memblokir konten-konten dimaksud. Aplikasi-aplikasi untuk membuka konten itu ternyata juga tersedia.
"Ini yang perlu kita antisipasi mengupayakan bagaimana kita melakukan pendampingan kepada anak-anak itu," katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS