Home Internasional PM Malaysia Anggap Video Gay Menterinya Video Palsu

PM Malaysia Anggap Video Gay Menterinya Video Palsu

Selangor, Gatra.com- Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad angkat suara terkait video skandal seks gay yang melibatkan salah satu menteri di jajarannya. Baginya, video tersebut adalah video palsu yang disebar demi motivasi politik.

"Saya tidak berpikir (video dan gambar) itu nyata. Ini dibuat oleh seseorang dengan agenda politik. Jika Anda akan kalah dan Anda melihat orang lain akan menang, Anda mungkin membalasnya dengan memasang gambar-gambar porno. Setelah ini, Anda akan melihat foto-foto saya. Jangan lakukan hal-hal kotor ini. Jaga politik sedikit lebih bersih," katanya kepada wartawan seperti yang dilaporkan Channelnews Asia, Kamis (13/6).

Baca juga: Acungkan Senjata, Kepanikan Melanda Parade Gay di AS

Mahathir mempertanyakan keaslian dari video tersebut, karena banyak manusia modern yang saat ini mahir dalam mengedit dan menghasilkan gambar dan video serupa. "Metode seperti itu (penyebaran video seks) tidak boleh terjadi di Malaysia. Itu terlalu kotor," kata Mahathir.

Sebagai informasi, "video skandal gay" tersebut sempat menggemparkan publik di Malaysia, sebab di dalam video itu ada adengan seks antara dua orang laki-laki. Salah satu sosok laki-laki dalam video mirip dengan Menteri Perekonomian Malaysia Datuk Seri Azmin Ali, sementara lelaki lainnya adalah seorang sekretaris pribadi dari Wakil Menteri Perindustrian dan Komoditas Malaysia bernama Muhammad Haziq Abdul Aziz.

Baca juga: Karena Gay, Anggota Polisi di Jateng Dipecat

Terkait hal tersebut, Mahathir mengatakan bahwa ia telah menemui menteri yang ada dalam video tersebut. Namun pertemuan berjalan seperti biasa dan hanya melibatkan kerja kabinet.

Sehari sebelumnya, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali telah membantah keras tuduhan oleh seorang individu yang menyerangnya dalam skandal video seks sesama jenis tersebut. Azmin yakin bahwa serangkaian tuduhan adalah bagian dari komplotan untuk mendiskreditkannya dan menghancurkan karir politiknya.

609