Home Internasional Pemanasan Global Pernah Menimpa Bumi Ribuan Tahun Lalu

Pemanasan Global Pernah Menimpa Bumi Ribuan Tahun Lalu

Washington D.C.Gatra.com - Banyak yang menyebutkan bahwa saat ini suhu di bumi lebih panas dari masa-masa sebelumnya. Namun pandangan itu keliru karena bumi telah melalui periode pemanasan ekstrem lebih dari sekali. Kutub-kutub pernah membeku, mencair dan membeku lagi. Sekarang, Bumi sedang memanas lagi.

Meski begitu, perubahan iklim saat ini adalah suatu fenomena yang berbeda, "Itu jelas bukan hanya bagian dari siklus alami yang lebih besar," kata Stuart Sutherland, ahli paleontologi di University of British Columbia, kepada Live Science.

Iklim Bumi berosilasi secara alami dalam setiap puluhan ribu tahun, perputarannya di terhadap matahari perlahan berubah, yang kemudian mengarah pada variasi dalam segala hal, mulai dari musim-musim hingga pancaran sinar matahari. Sebagian akibat osilasi ini, Bumi melewati periode glasial (lebih dikenal sebagai zaman es) dan periode interglasial yang lebih hangat.

Tetapi untuk menciptakan peristiwa pemanasan besar-besaran dengan skala global dibutuhkan lebih dari perubahan kemiringan sumbu bumi, atau bentuk jalur kelilingnya terhadap matahari.

Peristiwa pemanasan ekstrem selalu melibatkan sebuah pelakunya yang tak kasat mata, yang kita semua kenal sekarang sebagai dosis besar karbon dioksida, atau CO2.

Tetapi bagaimana konsentrasi CO2 bisa begitu tinggi tanpa pengaruh manusia di masa lalu? Para ilmuwan tidak benar-benar yakin, kata Sébastien Castelltort, seorang ahli geologi di University of Geneva.

Tebakan terbaiknya adalah karena gunung berapi juga memuntahkan karbon dioksida ke atmosfer, memerangkap panas, dan mungkin mencairkan kantong metana beku, gas rumah kaca yang lebih kuat daripada CO2 yang telah lama tersimpan di bawah laut.

Tetapi tingkat perubahan konsentrasi CO2lah yang membuat situasi saat ini sangat luar biasa. Selama peristiwa kepunahan Triian Permian (sekitar 252 juta tahun lalu), butuh ribuan tahun untuk suhu naik setinggi yang dapat merubah iklim, selama kurang lebih 150.000 tahun.

Pemanasan hari ini hanya membutuhkan 150 tahun. Itulah perbedaan terbesar antara perubahan iklim saat ini dan yang tertinggi di masa lalu. Itu juga yang membuat konsekuensi dari perubahan iklim saat ini sangat sulit diprediksi, kata Castelltort. Kekhawatiran itu bukan hanya tentang menghangatnya planet. Kekhawatirannya adalah bahwa kita tidak tahu seberapa cepat situasi yang "terlalu cepat" bagi kehidupan untuk menyesuaikan diri, katanya.

2375