Home Gaya Hidup FSBI Digelar di Medan, Perhatian Pemerintah Tak Ada

FSBI Digelar di Medan, Perhatian Pemerintah Tak Ada

Medan, Gatra.com - Festival Seni Budaya Islam (FSBI) yang digelar oleh Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) Medan bekerjasama dengan Sanggar Generasi Medan, terasa kurang greget. Hal itu ditandai dengan minimnya peserta yang terlibat dalam event yang berlangsung 3 hari ini.

Wakil Sekretaris HSBI Medan, Harun Al Rasyid mengatakan, potensi seni yang bercorak Islam sangat besar di Kota Medan, tetapi karena perhatian pemerintah yang minim, hal itu tidak tergarap dengan baik.

Baca Juga: Kejayaan Kesenian Randai Harus Dikembalikan

Hal itu diungkapkan Harun saat membuka FSBI di Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No 33 Medan, Rabu pagi (24/7). "Pemerintah melihat seni dan budaya masih sebatas situs. Padahal sumber daya manusianya juga perlu dikembangkan," kata Harun.

Pemerintah, sambung Harun, sekarang ini terfokus pada pariwisata. Namun pengembangan seni budaya dari sisi sumber daya manusianya, sangat kurang. Harun mengaku, beberapa kali hal itu ia sampaikan kepada pemerintah, tetapi sejauh ini tidak juga direspon.

Baca Juga: Masjid Raya Al Mahsun Medan, Perpaduan 4 Arsitektur

Salah satu kegiatan FSBI di hari pertama adalah lomba drama dan musikalisasi puisi untuk kategori umum. Sayangnya, meski diikuti dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Smut), lomba ini hanya diikuti 4 kelompok drama dan 7 musikalisasi puisi.

"Pesertanya ada yang dari Tanjung Balai, Deli Serdang, Medan dan sebagainya. Tapi hanya 4 untuk drama dan 7 musikalisasi puisi," kata Nasib Ts, salah seorang juri saat ditemui Gatra.com, di TBSU, Rabu pagi (24/7).

Baca Juga: Karya Seni Rupa Eks Bandara Kemayoran Dijadikan Cagar Budaya

Nasib juga mengakui kondisi berkesenian di Medan dan Sumut secara umum, kurang bergairah. Hal itu, menurut Nasib, disebabkannya banyak faktor. Salah satunya dukungan pemerintah yang minim.

Sementara itu, salah seorang panitia, Suyadi San yang juga pimpinan Sanggar Generasi Medan mengakui, kegiatan yang mereka gelar itu merupakan swadaya yang pendanaannya tidak dibantu oleh pihak manapun.

Baca Juga: Masjid Raya Al Mahsun Medan Dirancang Dengan Matang

"Kegiatan ini kita buat tanpa ada bantuan dari pemerintah. Dananya adalah hasil swadaya. Kita berharap peserta semangat mengikuti kegiatan ini," katanya.

185