Home Politik Apa yang Baru dari Tim Teknis Pengusutan Novel Baswedan?

Apa yang Baru dari Tim Teknis Pengusutan Novel Baswedan?

Jakarta, Gatra.com - Polri sudah menetapkan 120 personel Tim Teknis pengusutan kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Masa kerja tim itu bakal berjalan selama tiga bulan dalam tahap pertama.

Tim Teknis tak hanya diisi wajah baru melainkan anggota lama yang sejak awal sudah berproses dalam kasus ini. Anggota itu berasal dari Polda Metro Jaya, Tim Pencari Fakta (TPF) dan Detasemen Khusus (Densus) 88. 

Selanjutnya dari tim pendukung yakni sub tim penyelidik dan penyidik, Introgrator, Surveillance, Siber, Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), Laboratorium Forensik (Labfor) dan terakhir Anev (Analisa dan Evaluasi).

Baca Juga: Ini Pertimbangan Masa Kerja Tim Teknis Novel Tetap 6 Bulan

Namun, adakah strategi atau langkah baru dari tim yang dikepalai Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Idham Azis ini?

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya masih fokus untuk menyelidiki temuan dan hasil investigasi dari tim terdahulu, yang sempat dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Muhammad Iriawan dan Tim Pencari Fakta (TPF).

"Semua temuan akan di-asessment kembali," kata Dedi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/8).

Temuan yang akan ditindaklanjuti, sambungnya, yakni soal keberadaan satu orang yang menghampiri rumah Novel dan dua orang di tempat wudhu Masjid Al-Ikhsan sebelum kejadian pada 11 April 2017 lalu. Selain itu, Tim Teknis akan mendalami enam kasus korupsi yang ditangani KPK, yang diduga kuat oleh TPF sebagai pemicu penyerangan.

Baca Juga: Polri Dalami 6 Kasus 'High Profile' yang Pernah Diusut Novel

Tak berhenti sampai di situ, Tim Teknis juga bakal mengevaluasi 70 orang saksi yang sebelumnya sudah diperiksa.

Namun saat ditanya keterlibatan Novel dalam penyelidikan itu, Dedi enggan menjawab lebih lanjut sebab pihaknya baru akan menyampaikan hasil sementara pekan depan.

"Yang jelas secara komprehensif tim ini disiapkan lebih matang dan lebih mengerucut. Ya semuanya akan kita dalami dalam rangka untuk efektif dan efisiensi dalam tim bekerja," ujar Dedi.

Meski belum ada strategi baru yang bisa dibeberkan, Dedi berharap tim ini bisa menemukan pelaku lapangan atau aktor intelektual penyerangan tersebut dalam tiga bulan, sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo.

"Kami mohon doanya. Semoga dalam waktu yg sesuai instruksi Presiden, 3 bulan, tim ini dapat menjawabnya," ujar Dedi. 

 

101